Kisah cinta yang unik dan berbeda. Ulasan dari Natanael Christianto.

Sutradara: Jonathan Dayton, Valerie Faris
Pemain: Zoe Kazan, Paul Dano, Chris Messina
I love Susie, but she's a weirdo. – Harry.
Kadang dalam kehidupan, kita menginginkan pasangan yang sesuai dengan apa yang kita mau. Yang selalu di pikiran kita mungkin ketampanan /kecantikannya, baik dalam bersikap dan sebagainya. Tapi bagaimana kalau itu semua bisa kita wujudkan, dengan hanya menuliskan dan mengarang cerita tentang sosok yang kita inginkan tersebut?
Perkenalkan Calvin Weir – Fields (Paul Dano), seorang penulis terkenal yang kadang dalam mimpinya didatangi sesosok wanita cantik dan ia selalu berkomunikasi dengan wanita itu. Calvin menamai wanita itu Ruby Sparks (Zoe Kazan). Ketika mengalami writers block, Calvin bingung menulis untuk buku selanjutnya. Tiba – tiba, ia terpikir untuk menulis tentang Ruby. Setelah beberapa menulis, ia melihat sosok Ruby dalam wujud asli. Dan yang ada di pikiran Calvin “this is real?”.
Cerita yang benar – benar jenius untuk sebuah film, menurut saya. Beberapa orang yang telah menyaksikan film ini kadang menyamakan dengan film yang dibintangi oleh Joseph Gordon Levitt dan Zooey Deschanel; 500 Days of Summer. Tapi, menurut saya, secara konsep kedua film ini sangatlah berbeda. Zoe Kazan adalah yang menulis skrip dari Ruby Sparks. Ia juga yang sekaligus membintangi Ruby Sparks, jadi terlihat begitu mendalami perannya dalam film ini. Tapi cerita dari film ini tidaklah biasa karena akan twist di akhir film.

Ingat Paul Dano dong? Terakhir saya menyaksikan aktingnya dalam film sci-fi ; Looper, kehadirannya dalam film ini sedikit membuat saya perlu mengingat siapakah dia karena dapat memerankan karakter dalam setiap filmnya dengan baik. Chemistry antara Paul dengan Zoe terlihat sangat terbangun dengan baik dan begitu real. Hal ini terasa wajar karena keduanya ternyata menjalin hubungan di luar layar. Tidak hanya Paul dan Zoe yang hadir dalam film ini sebagai cast, kehadiran Chris Messina serta Antonio Banderas dan Annette Benning membuat Ruby Sparks menjadi semakin berwarna.
Duo sutradara Jonathan Dayton dan Valerie Faris tahu bagaimana membawa cerita dalam Ruby Sparks ini menjadi lebih menarik. Mereka membawa Ruby Sparks seperti sebuah diary dan membuat mata saya selalu stay dan memperhatikan setiap scene yang ada. Kalau bisa dibilang, menyaksikan Ruby Sparks seperti menyaksikan sebuah serial TV, maksudnya bukan untuk whole package tapi secara gambar/visualisasi. Sebagai info, mereka berdua inilah yang menyutradarai Little Miss Sunshine sehingga sepertinya Dano sudah tidak begitu asing lagi bekerja sama dengan mereka. So, secara keseluruhan Ruby Sparks is a genius movie, not like 500 Days Of Summer and this is more fun, more touchy than that movie.
Siapakah yang menulis?

Natanael Christianto adalah salah seorang mahasiswa Universitas Budi Luhur yang tampan dan nggak neko-neko. Hobinya adalah nonton film dan juga suka mereview film-film yang ada. Tertarik untuk kenalan? silakan follow Twitter-nya di @nataninuniverse.