Berbanding terbalik dengan judulnya, film ini terasa memiliki kesalahan. Dua genre yang dicampur menjadi satu malah menjadikan penggarapan Mr. Right terasa nanggung.

Sejak muncul di Twilight, sosok Anna Kendrick mulai menanjak dengan memainkan beberapa tokoh yang adorable. Meskipun saat itu kebintangannya masih tertutup Kristen Stewart dan Robert Pattinson yang fenomenal, namun tidak pelak nama Kendrick mulai bersinar. Terutama, saat sukses mendampingi George Clooney dalam Up in the Air. Namun, genre film-film yang dimainkannya cenderung masih drama ataupun musikal. Kini, Kendrick mencoba genre baru, yaitu genre aksi dengan didampingi Sam Rockwell (Iron Man 2).
Martha adalah seorang gadis quirky yang kerap melakukan hal sesuka hatinya dan tidak peduli pemikiran orang lain. Saat putus cintapun, ia kerap bertingkah bodoh. Sampai suatu hari di sebuah minimarket, ia bertemu dengan seorang pria yang langsung mengajaknya kencan. Hubungan mereka berlanjut hingga akhirnya Martha mengetahui bahwa orang yang dipacarinya adalah seorang mantan hitman. Apakah Martha akhirnya meninggalkan pria tersebut? Dan, apa yang terjadi saat Martha diincar oleh musuh kekasihnya?
Film ini bisa dibilang menampilkan sisi Kendrick yang agak berbeda dibanding karakter yang pernah ia perankan. Bertingkah menyebalkan sehingga membuat Jelata akan kasihan dengan teman sekamarnya yang harus mengayomi sahabatnya ini. Namun, untunglah dengan wajah dan gaya berbicara Kendrick, tingkah menyebalkan Martha tidak membuat sosok ini dimusuhi penonton. Sam Rockwell sendiri meski tampak terlalu tua untuk Kendrick, namun berhasil menjadi seorang hitman kejam yang tidak segan-segan membantai musuhnya.

Sayangnya, meski akting keduanya sudah cukup berhasil menampilkan pasangan hitman-gadis manja, naskah jelas terlihat kedodoran. Mencampur genre romcom dengan action memang tidak salah, tapi treatment yang ditawarkan di sini pada akhirnya tidak membuat penonton tegang saat Francis (Rockwell) harus menyelamatkan kekasihnya ataupun senang saat akhirnya Martha dan Francis bisa bersatu. Selain itu, deretan penjahatnya dengan tampang seram, namun pada akhirnya melakukan berbagai perbuatan bodoh akan mengingatkan kita pada beberapa film dengan tokoh penjahat yang juga konyol, seperti Home Alone.
Agaknya, Mr. Right berusaha menyenangkan banyak pihak dengan menampilkan kisah asmara Martha-Francis yang diharapkan dapat membuat penonton wanita senang dan aksi (yang agak sadis dan berdarah) untuk menarik penonton pria. Namun, alih-alih memuaskan, kisah cintanya terasa tanggung dan aneh. Untunglah aksinya sendiri masih cukup menarik, meski menjelang akhir film saat tiba-tiba Martha jadi jagoan berkelahi terasa terlalu dipaksakan dan ada time lapse yang membuat penonton bingung. Apakah Martha sebelumnya memang memiliki keahlian berkelahi? Ataukah ia sebenarnya jagoan yang hilang ingatan? Entahlah.
