Setelah menunggu selama setahun dan sempat mundur dari jadwal yang telah ditentukan, akhirnya Comic 8: Casino Kings Part 2 tayang pada 3 Maret 2016. Masih ditangani oleh Anggy Umbara dan mengusung para komika beraksi layaknya The Avengers versi lokal dan minus kekuatan, apa saja yang ditawarkan dalam babak pamungkas kisah investigasi para agen rahasia ini terhadap seorang raja judi?

Setelah menunggu selama setahun dan sempat mundur dari jadwal yang telah ditentukan, akhirnya Comic 8: Casino Kings Part 2 tayang pada 3 Maret 2016. Masih ditangani oleh Anggy Umbara dan mengusung para komika beraksi layaknya The Avengers versi lokal dan minus kekuatan, apa saja yang ditawarkan dalam babak pamungkas kisah investigasi para agen rahasia ini terhadap seorang raja judi?
Setelah film pertama merupakan perkenalan terhadap sosok The King, misi Comic 8, serta kembalinya Dr. Pandji, maka film kedua ini tidak lagi banyak cingcong. Indro Warkop selaku bos para komik didatangi Cynthia guna mencari tahu keterlibatannya dalam perampokan Bank Ini. Namun, saat sedang berbincang, tiba-tiba kediaman Indro diserang oleh komplotan The King dan menggunakan kesempatan tersebut untuk menculik dan membawa mereka ke pulau. Sementara itu, di pulau, para komika harus berjuang mati-matian melawan para pembunuh dan mencari cara untuk mengalahkan The King dan Dr. Pandji. Apakah mereka berhasil?
Dari segi cerita, Part 2 ini bisa dibilang langsung to the point. Tidak perlu ada perkenalan dan cerita bertele-tele. Misi utama para komika adalah melarikan diri dari pasukan pembunuh dan menangkap The King. Karena itu, film jadi terasa cepat, padat, dan enak untuk dinikmati dibandingkan Part 1 yang terasa membosankan dan terlalu panjang. Dan tentu saja karena kisah langsung masuk ke inti maka aksi lebih ditekankan di sini. Mulai dari perkelahian komika dengan pasukan pembunuh, dua agen rahasia yang diperankan Candil dan Agus Kuncoro, hingga pertarungan dua wanita jagoan Hannah Al Rashid dan Prisia Nasution.

Dari segi spesial efek pun, Anggy Umbara selaku sutradara tidak main-main. Jika di film pertama kita disuguhkan buaya raksasa, kini kita diperlihatkan naga raksasa yang sekilas mengingatkan kita pada Smaug di trilogi The Hobbit. Selain Smaug, adapula beberapa tribut untuk film lain, seperti Ada Apa dengan Cinta? dan The Hunger Games.
Namun, tentu saja Part 2 tidak luput dari kekurangan. Ledakan yang disajikan terasa nanggung, seperti misalnya hanya satu mobil yang diledakkan di antara beberapa mobil yang ada atau ledakan di menara transmisi hanya di bagian bawah dan tidak merobohkan bagian atasnya meskipun menggunakan tiga bom. Visual efek yang ditampilkan pun terasa kurang halus, seperti lompatan Candil dan Agus Kuncoro dengan jetski serta perkelahian mereka di depan istana The King. Terasa sekali bahwa semua itu dilakukan di depan green screen.
Tidak hanya itu, menjelang film berakhir, beberapa tokoh istilahnya “tidak tahu mau diapakan” sehingga mereka dibuat pergi begitu saja, seperti pasukan pembunuh. Tokoh-tokoh yang diharapkan dapat pamer kemampuan berkelahi lebih mumpuni dari film pertamapun seakan terlupakan. Anggy pun masih belum bisa melepaskan gaya “use-slomo-to-make-fight-looks-cool”. Hal ini terlihat dari perkelahian di seluruh film yang menyisipkan adegan slow motion. Tidak hanya itu, penggunaan efek hujan untuk membuat perkelahian Bella dan Cynthia yang dimaksudkan menjadi dramatis malah mengganggu karena penonton tidak dapat melihat jelas wajah kedua aktris. Hal yang sama juga diterapkan Anggy dalam 3 sebelumnya, saat Agus Kuncoro berkelahi dengan Cornelio Sunny.
Namun, secara keseluruhan, Comic 8: Casino Kings Part 2 ini cukup menghibur dengan dialog-dialog kocak khas komika. Bahkan, rencana sekuelnya pun nampak sudah jelas diperlihatkan Anggy melalui adegan terakhir yang mengundang tanda tanya.
