Tidak banyak yang tahu bahwa pada 5 September 1986, seorang pramugari asal India berhasil menggagalkan pembajakan pesawat. Pramugari itu bernama Neerja Bhanot. Dan ini, adalah kisahnya.

Mungkin tidak banyak orang yang tahu dengan nama Neerja Bhanot. Namun, di dunia penerbangan, bisa jadi nama ini adalah legenda. Neerja adalah seorang pramugari berani yang berhasil menyelamatkan ppesawat Pan Am 73 pada tahun 1986 dari usaha pembajakan. Mungkin kejadiannya sudah berlalu cukup lama, namun kisah keberanian wanita cantik ini tidak pernah lekang dimakan waktu dan kini diadaptasi ke layar lebar dengan judul singkat Neerja.
Neerja Bhanot bersiap menjalankan tugasnya sebagai pramugari kepala di penerbangan Pan Am 73 dari India ke New York yang akan melewati Karachi dan Frankfurt. Sebelumnya, gadis yang dipanggil Lhadoo oleh keluarganya ini menikah dengan seorang pria yang kerap berbuat kasar dengannya. Tidak tahan, Neerja memutuskan pulang ke rumah orangnya dan melamar pekerjaan menjadi seorang pramugari alih-alih meneruskan profesi terdahulunya menjadi model. Saat pesawat mendarat di Karachi untuk melakukan pengisian bahan bakar, para pembajak yang menyamar sebagai diplomat Libya dan para pengawalnya memaksa masuk ke atas pesawat. Di tengah kekacauan yang terjadi, untung Neerja berhasil memperingatkan pilot sehingga mereka dapat kabur dan pesawat tidak dapat lepas landas. Apakah pada akhirnya para pembajak mampu mendapatkan apa yang mereka inginkan? Ataukah Neerja dapat menggagalkan semua itu?
Neerja bisa dibilang merupakan salah satu film India terbaik di awal tahun 2016 ini. Ketegangan kisah yang diangkat berdasarkan kejadian nyata pada 5 September 1986 di Karachi, Pakistan, ini berhasil dipotret Ram Madhvani dengan cukup baik. Tidak ada tokoh sejago dan semacho Liam Neeson untuk melawan para pembajak. Yang ada hanyalah para pramugari yang berjuang mengatasi rasa takut mereka, sekaligus bagaimana caranya tetap melayani dan melindungi penumpang dengan baik. Dan, hal ini tertuang dengan sangat menarik dan menegangkan melalui akting para pemainnya.

Acungan jempol tentu saja patut disematkan kepada Sonam Kapoor yang memainkan peran Neerja. Ia mampu menjelma menjadi sosok pramugari yang meskipun takut, namun harus tetap kuat. Jelata dijamin pasti akan tersentuh melihat akting putri Anil Kapoor ini dan bukan tidak mungkin berurai air mata. Namun, selain akting Sonam, ada lagi salah satu aktor yang mencuri perhatian sepanjang film berjalan. Ialah Jim Sharb yang memerankan Khalil, teroris berambut keriting dan paling brutal dibanding yang lain. Bahkan, berkat aktingnya ini, ia mendapat pujian sekaligus makian di Twitter karena dianggap telah berbuat jahat kepada tokoh utama.
Madhvani sendiri memilih untuk melakukan selingan adegan antara kejadian di pesawat, kondisi keluarga Neerja, hingga kesibukan di bandara Pakistan. Strategi ini bisa dibilang cukup baik karena memberikan kesempatan penonton bernapas pasca adegan yang cukup intens dan depresif di atas pesawat. Sayangnya, adegan flashback ibunda Neerja yang ditampilkan lengkap dengan sebuah lagu mellow terasa mengganggu karena menurunkan tensi cerita, meskipun harus diakui ampuh memeras air mata penonton.
Secara keseluruhan, Neerja adalah sebuah kepahlawanan yang mungkin tidak banyak diketahui orang. Tapi, saat film ini dirilis, semua orang di dunia tahu bahwa di India terdapat seorang pramugari bernama Neerja Bhanot yang rela berkorban demi menyelamatkan penumpang pesawat. Sebuah bentuk tanggung jawab di level tertinggi.
