The Peanuts Movie: Film Super Unyu untuk Masa Kecilmu (Hey, it rhymes!)

by dr. kawe

The Peanuts Movie: Film Super Unyu untuk Masa Kecilmu (Hey, it rhymes!)
EDITOR'S RATING    

Kalau penyuka Geng Peanuts, sepanjang film kita bakal 'aaaaaaw' saking gemes dengan para karakternya.

Mungkin Jelata yang besar di tahun 2000-an tidak terlalu kenal dengan Geng Peanuts. Geng berisikan anak-anak SD yang kerjaannya berisik, bermain, dan saling mengganggu ini memang terkenal pada periode 1980-1990an di Indonesia, bahkan serial kartunnya sempat muncul di salah satu stasiun televisi swasta. Butuh waktu lama sebelum akhirnya komik karya Charles M. Schulz ini bisa hadir di layar lebar dan sebagai generasi yang besar dengan bertemankan Charlie Brown, Sally, Linus, hingga Snoopy dan Woodstock, film ini jelas cukup menghibur.

Sesuai dengan judulnya, kisah berdurasi 93 menit ini berkisah tentang seorang bocah bernama Charlie Brown yang tinggal di sebuah rumah dengan adiknya Sally dan seekor anjing beagle hitam-putih bernama Snoopy. Ia tinggal di sebuah komplek perumahan dan pergi sekolah bersama teman-temannya, di antaranya Schroeder yang menggilai Beethoven dan kerap memainkan piano merahnya, Lucy yang bawel dan selalu merasa dirinya gadis tercantik, Linus yang selalu membawa selimutnya ke manapun ia pergi dan teman dekat Charlie, Pigpen yang selalu kotor dan berdebu, Peppermint Patty yang tomboy, dan masih banyak lagi. Charlie kerap sedih karena sering dianggap sebagai anak yang selalu gagal, bahkan saat menerbangkan layangan sekalipun. Suatu hari, seorang gadis manis berambut merah pindah ke seberang rumah Charlie. Bocah berbaju kuning ini langsung jatuh cinta dan berusaha berkenalan dengan berbagai cara dibantu Snoopy. Apakah ia akan berhasil?

Salah satu yang menarik dari film ini tentu adalah animasinya yang dibuat dengan teknik CGI, tapi terasa terputus-putus dan gerakan para karakternya pun tidak halus. Hal ini memang disengaja karena pihak Blue Sky ingin para penonton yang menyaksikan film ini tetap merasa seperti mereka sedang membaca komik. Dan, hal ini jelas memberikan kelebihan tersendiri bagi film yang disutradarai oleh Steve Martino. Tingkah polah para karakternya pun terasa adorable dengan pilihan voice cast yang diisi suara oleh anak kecil kecuali untuk karakter Snoopy, Woodstock, dan Fifi.

Meskipun film ini berfokus pada Charlie Brown, namun penonton tidak akan dibuat bosan karena kita juga dapat menyaksikan imajinasi Snoopy yang terkadang kelewat batas dalam melawan musuh bebuyutannya Red Baron. Uniknya, Snoopy melakukan dog fight (melawan musuh di udara) dengan membayangkan rumah merahnya sebagai pesawat tempur. Tidak jarang, ulah anjing cerdik ini kerap mengundang tawa. Salah satu kelebihan film ini juga terlihat dari sisi musik yang ringan dan mampu membuat kita bergoyang bahkan di kursi bioskop sekalipun.

Sisi lemah sendiri mungkin adalah kisahnya yang terlalu sederhana untuk orang dewasa. Namun, bagi anak-anak, tentu ini salah satu film yang menghibur dan bagi mereka yang mengoleksi berbagai pernak-pernik Snoopy, Charlie Brown & Snoopy: The Peanuts Movie merupakan sebuah film pembangkit nostalgia. Oh ya, jangan telat masuk teater karena ada film pembuka berjudul Cosmos Scrat-tastrophe yang lagi-lagi menampilkan si karakter Scrat dari Ice Age mengejar-ngejar kenari dan membuat ulah di mana-mana. 

Artikel Terkait