Boruto: Naruto the Movie -- Nafas Segar untuk Naruto

by Ireuna

Boruto: Naruto the Movie -- Nafas Segar untuk Naruto
EDITOR'S RATING    

Meski kisah komiknya sudah tamat, namun di layar lebar ninja Naruto masih tetap hidup melalui kemunculan Boruto: Naruto the Movie

Melihat karakter animasi semasa kecil kini telah tumbuh menjadi karakter yang lebih dewasa mungkin akan sedikit membangkitkan romansa. Karakter animasi yang tumbuh bersama, yang serialnya tidak pernah dilewatkan satu episode pun, pasti memiliki tempat khusus di hati para penggemarnya. Seperti Naruto, karakter dari serial animasi Naruto yang kisahnya mencapai ratusan episode ini telah begitu populer dan melekat di hati semua orang. Mendengar nama Naruto, yang terbayang pasti ninja yang berambut kuning yang di dalam tubuhnya bersemayam siluman rubah berekor sembilan.

Sekarang, Naruto yang kita kenal sejak kecil sudah dewasa, bahkan sudah berkeluarga. Menikah dengan Hinata, Naruto memiliki 1 anak laki-laki dan 1 anak perempuan. Dalam film berikut inilah Jelata akan melihat Naruto dewasa yang sudah mencapai impiannya menjadi Hokage. Boruto adalah film mengenai keadaan setelah perang di dunia Shinobi berakhir. Tidak ada lagi Akatsuki atau musuh-musuh lama di serial Naruto. Desa Konoha sudah menjadi desa yang sangat maju dan modern, dengan Naturo sebagai Hokage-nya. Meski menjadi Hokage merupakan impian sejak kecil, ternyata Naruto cukup kewalahan juga menangani semua pekerjaannya. Dalam perjalanannya sebagai Hokage, ternyata Boruto, anak pertama Naruto, justru sama sekali tidak merasa bangga. Ia merasa kehilangan sosok ayah karena ayahnya selalu sibuk dengan pekerjaannya. Sampai ia menjalani ujian Chunin dan merasa harus menjadi yang terbaik agar bisa mendapatkan perhatian ayahnya.

Namun, bukan Naruto namanya jika di dalam hidupnya tidak bertemu musuh-musuh yang kuat. Saat ujian berlangsung, datanglah musuh yang sudah disangka sebelumnya. Akhir kisahnya sudah bisa ditebak. Formulanya masih sama seperti film-film sebelumnya, namun digarap dengan lebih serius. Kejenakaanya benar-benar lepas, seperti melihat serial Naruto di episode-episode perdananya. Kemunculan karakter-karakter yang tumbuh bersama Naruto juga membuat kisahnya semakin kaya. Jelata mungkin akan penasaran bertanya-tanya, “Yang ini anak siapa, ya?” karena memang yang ditampilkan adalah keseharian Boruto bersama teman-temannya.

Jika melihat Naruto The Movie belakangan ini, Jelata mungkin merasakan ada yang hilang dari semua kisahnya. Jiwa “Naruto” yang sebenarnya rasanya hilang di film-film terakhir. Terlalu banyak formula yang diulang, terlalu banyak yang ingin diceritakan, dan konflik dalam film kadang dipaksakan untuk tetap berhubungan dengan anime-nya. Dalam Boruto, semua terasa begitu mengalir, membangkitkan rindu dan nostalgia, seakan melihat Naruto kembali ke episode awal, ketika ia masih belum lulus ujian menjadi ninja. Animasinya sangat jernih, potongan adegan pertarungannya tidak terlihat kaku dan putus-putus meski ini bukan animasi 3D. Pengisi suaranya karakter-karakter lama masih sama seperti di versi serial. Hebatnya, Junko Takeuchi bahkan bisa menghasilkan suara Naruto yang jauh lebih berat dari sebelumnya. Membuat Jelata bisa merasakan perkembangan usia Naruto, terlepas dari fakta bahwa Junko Takeuchi adalah seorang perempuan!

Boruto cukup berhasil membuat penonton bertahan di kursi bioskop sampai credit title-nya benar-benar selesai. Twist yang dihadirkan membuat penasaran dan mengundang tawa bahkan saat filmnya sudah selesai. Secara tidak langsung, sebenarnya Boruto adalah film mengenai Naruto, namun dikisahkan dari sudut pandang karakter lain. Naruto yang sudah menjadi Hokage, ternyata dipandang berbeda oleh Boruto, anaknya. Inilah kisah tentang Naruto dari sudut pandang yang berbeda sehingga Jelata akan bisa menikmatinya seperti biasa. Untuk Jelata yang memang mengikuti serial Naruto sampai habis, meski belum menyelesaikan serial Shippuden-nya, menonton Boruto akan menjadi hiburan segar. Formulanya memang sama seperti film-ffilm lainnya, namun dibuat lebih ringan dan menyenangkan, persis seperti Naruto pada awalnya. Film ini akan membuat kita sedikit bernafas lega karena mengetahui bahwa Naruto yang kita cintai masih ada dan akan tetap diceritakan oleh anak dan cucunya.

Artikel Terkait