Teddy Bear

by Den

Teddy Bear
EDITOR'S RATING    

Wajah binaragawan, hati Adele. Sebuah kisah cinta sederhana dari Denmark.

 

 
Sutradara: Mads Matthiesen
Pemain: Kim Kold, Elsebeth Steentoft, Lamaiporn Sangmanee Hougaard 
 
 
Tubuh boleh terlihat besar, berotot dan menakutkan, tapi urusan hati bisa selembut dan sewangi baby wipes. Itulah inti dari film Denmark yang menghadirkan  binaragawan Kim Kold sebagai pemeran utamanya, Dennis.
 
Dennis memang berotot dan besar tapi ia tidak jago dalam mengutarakan hatinya kepada lawan jenis. Padahal ia ingin punya pacar. Masalah besarnya adalah ibunya; Ingrid (Elsebeth Steentoft), yang sangat mengekang Dennis. Bahkan Dennis yang berusia 38 tahun masih tinggal bersama ibunya.
 
Di Eropa jika anak sudah berusia di atas 18 tahun maka akan sangat aneh kalau masih seatap dengan orangtua. Melihat pamannya bahagia dengan istri baru orang Thailand, Dennis menyusun siasat.
 
Ia berbohong pada ibunya dengan mengatakan bahwa ia ingin mengikuti kompetisi binaraga di Jerman, padahal ia ke Thailand. Di Thailand Dennis tampak asing, tubuhnya yang besar terlihat mencolok dibandingkan warga Thailand yang tidak besar. Ia kikuk dan bingung menghadapi dunia yang jauh berbeda dari Denmark yang sunyi.
 
Sudah diduga Dennis malah didekati pelacur, tapi Dennis tidak mencari seks, ia mencari cinta. Ketika pemilik klub fitness, seorang janda bernama Toi (Lamaiporn Sangmanee Hougaard) mendekatinya, akankah cinta datang bagi Dennis? Lalu bagaimana dengan ibunya?
 
Walau tidak disebutkan seperti apa keluarga Dennis sehingga Dennis menjadi seperti itu, tapi penonton dapat mendapatkan kesan bahwa ibu Dennis sangat gila kendali dan mengekang kebahagiaan anaknya secara psikologis tanpa harus terjebak klise.
 
Syuting di Denmark dan Thailand, filmnya tidak hambur kata-kata. Kim Kold sukses memerankan seorang pria besar yang lugu, tidak percaya diri tapi tidak konyol. Film Denmark ini perpanjangan dari film pendek berjudul Dennis.
 
Ceritanya sendiri sangat sederhana dan lurus saja tapi disitulah menariknya sebab film yang berjudul asli 10 timer Til Paradis ini sangat 'khas' Eropa dari segi penuturan, yakni tidak hambur kata-kata, bermain di ekspresi dan menceritakan sesuatu yang sederhana dengan cara yang unik.
 
Film ini sudah beredar dari awal tahun 2012 ari Sundance, lalu ke berbagai festival film dari Luksemburg, sampai Kanada. Di Denmark sendiri sudah rilis Januari 2012 dan sampai kini masih akan terus beredar di kalangan festival film.
 

Artikel Terkait