Dari sekadar film aksi mengenai pembalap jalanan, Fast & Furious menjelma menjadi franchise raksasa yang ditunggu jutaan orang di seluruh dunia. Dan, film ketujuh ini adalah penutup yang tepat untuk mendiang Paul Walker

Angka 7 merupakan angka yang keramat. Dalam banyak kepercayaan, angka 7 dipercaya memiliki arti yang baik. Angka 7 pula yang menutup serangkaian kisah para pembalap jalanan ini. Apakah menggandeng angka 7 dalam judulnya membuat film serial fenomenal ini berakhir baik?
Furious 7 hadir dengan banyak kejutan di dalamnya. Selain aksinya yang memukau, film ini juga akan membuat Anda terpana dengan sinematografi yang sangat apik. Film dibuka dengan sedikit pengulangan adegan terakhir di Fast and Furious 6, yaitu adegan Deckard Shaw (Jason Statham) menabrak Han demi membalas dendam atas penangkapan adiknya, Owen Shaw, di London. Awalnya, Furious 7 kelihatannya akan lebih menyorot sisi balas dendam Deckard Shaw, mengingat kematian Han disusul dengan penyerangan atas Hobbs (Dwayne Johnson) di kantornya.
Tidak berhenti sampai di situ, Shaw yang dikisahkan merupakan anggota dari pasukan khusus operasi rahasia Inggris agaknya benar-benar ingin menghabisi semua orang yang terlibat dalam penangkapan adiknya. Ia kemudian juga meledakkan rumah Dom (Vin Diesel) ketika Brian (Paul Walker) dan Mia (Jordana Brewster) bersama anak mereka, Jack, juga ada di sana. Melihat hal itu, Dom tidak bisa diam. Ketika akhirnya bisa bertemu lagi dengan Shaw setelah upacara pemakaman Han, duel mereka tertunda karena kedatangan Mr. Nobody (Kurt Russel) yang memaksa Shaw mundur sementara.

Mulai saat itulah arah cerita berubah. Aksi geng pembalap jalanan kembali ditampilkan, tetapi dengan sedikit bumbu yang berbeda. Dom dan timnya diundang untuk menyelesaikan suatu masalah serius, yang kali ini berhubungan dengan hacker bernama Ramsey yang menciptakan sebuat chip yang disebut The God’s Eye. Dom, Brian, Tej, Roman, dan Letty yang saat itu masih mencari ingatannya yang hilang mendapat misi yang berbeda. Bukan untuk menangkap gembong narkoba atau semacamnya seperti yang terjadi dalam film-film sebelumnya, kali ini mereka mendapat misi penyelamatan. Dengan catatan, setelah aksi penyelamatan selesai dan mereka kembali mendapatkan The God’s Eye, Dom akan diberi kesempatan untuk melanjutkan kembali pertarungannya yang tertunda melawan Shaw.
Dalan Furious 7 ini, kita akan melihat aksi balapan jalanan digabungkan dengan aksi spionase yang akan membuat kita menganga takjub. Mobil-mobil yang muncul dalam film ini juga jauh lebih keren karena menggabungkan unsur kekuatan dan kecepatan, ditambah lagi dengan kemunculan “The Beast” milik pangeran dari Abu Dhabi. Tapi, di samping itu, kita juga akan dibawa berkeliling dunia dalam sekuel ini.

Memang, ada cukup banyak drama dalam sekuel ini, tapi semuanya berakhir manis. Kisah cinta Dom dan Letty juga cukup banyak disorot, namun tidak membuatnya murahan.James Wan berhasil memadukan drama di antara para tokohnya dengan konflik yang berjalan. Semua dikemas dengan baik dan memberikan akhir terbaik bagi perjalanan Brian O’Connor. Menutup perjalanan Brian, Furious 7 memberikan akhir bahagia untuknya melalui “farewell party” di pantai, ketika Brian, Mia, dan Jack bercanda bersama di sana, sementara Letty, Rom, dan Tej mensyukuri kebahagiaan yang dirasakan Brian. Dom membiarkannya tetap seperti itu agar ia bahagia bersama keluarganya, sementara ia akan meneruskan kehidupannya di jalanan.
Furious 7 adalah film terakhir Paul Walker dan memang didedikasikan untuknya. Kilas balik ke film-film sebelumnya akan membangkitkan kenangan penggemar setia film ini akan sosok Paul Walker sebagai Brian O’Connor. Ya, ini memang penutup manis untuk Brian O’Connor. Namun, petualangan Dom agaknya belum akan berakhir.