Tak cukup hanya meramaikan kehidupan bawah laut, Spongebob Squarepants dan gengnya naik ke daratan untuk membuat riuh dunia manusia dalam usaha mereka menemukan kembali resep Krusty Krab

Dunia anak-anak memang menyimpan imajinasi yang tidak berbatas. Tidak percaya? Coba tengok animasi The SpongeBob Movie: Sponge Out of Water yang siap tayang pada 18 Maret 2015. Merupakan film kedua dari tokoh animasi milik Nickelodeon yang sempat meledak di berbagai negara, termasuk Indonesia, beberapa waktu lalu, kali ini Spongebob Squarepants hadir dengan petualangan baru. Rentang waktu perilisannya sendiri cukup jauh karena film pertamanya keluar di tahun 2004, masa ketika Spongebob, Patrick, Mr. Krab, teman-temannya memiliki popularitas tinggi di mata tidak hanya anak-anak, tapi juga orang dewasa. Tidak mengherankan bila pada saat itu, The Spongebob Squarepants Movie berhasil meraup pendapatan $140 juta dari bujet yang hanya $30 juta. Apakah film kedua yang baru diedarkan di tahun 2015 ini (berjarak 11 tahun) dari film pertamanya sanggup memukau anak-anak masa kini?
Kisahnya tetap berfokus pada usaha Plankton mencuri resep rahasia Krusty Krab dari Mr. Krab guna meramaikan bisnis restorannya, Chum Bucket. Namun, ketika sedang terjadi perebutan resep antara Spongebob dengan Plankton tiba-tiba resep dalam botol kaca itu menghilang. Tidak ada yang tahu ke mana hilangnya resep tersebut yang sontak menimbulkan kekacauan di seluruh Bikini Bottom. Satu-satunya solusi adalah Spongebob harus bekerja sama dengan Plankton dalam menemukan resep tersebut yang kemudian membawa mereka kepada Bubbles, lumba-lumba berusia 10.000 tahun. Atas bantuan Bubbles, Spongebob dan kawan-kawannya berhasil naik ke daratan dan meneruskan pencarian resep Krusty Krab. Apa yang sebenarnya terjadi? Akankah resep kebanggaan warga Bikini Bottom ini berhasil ditemukan?

Salah satu jualan utama film ini tentunya adalah bentuk para tokoh animasi kesayangan kita ini berubah menjadi 3D ketika di dunia manusia. Unik dan menyenangkan sekali melihat Spongebob, Patrick, Squidward, Mr. Krab, Sandy, hingga Plankton terlihat nyata dan hidup di layar lebar. Animasinya pun bisa dikatakan halus karena mereka terlihat menyatu dengan tokoh-tokoh manusia yang ada. Sayangnya, apa yang dijual di trailer baru dimunculkan pada ¼ akhir film sehingga Jelata yang sudah tidak sabar menyaksikan Spongebob dalam bentuk 3D beraksi di daratan harus menahan kantuk.
Tidak ada perubahan kisah yang berarti atau lompatan alur yang berlebihan. Kualitas animasi 2D-nya pun serupa dengan televisi sehingga bagi Jelata yang sering menyaksikan kartun ini tidak akan merasakan perbedaan, kecuali mungkin dengan skala cerita lebih masif dan rasio gambar yang lebih besar. Namun, bagi penonton anak-anak, menyaksikan tokoh-tokoh favorit mereka beraksi di layar lebar ditambah dengan tampilan 3D tentunya menjadi pengalaman tersendiri.
