Sejak terakhir bermain mengecewakan di After Earth (2013), Will Smith kembali dalam akting penuh kepercayaan diri di Focus. Bersama dengan si seksi Margot Robbie, Focus mulai tayang hari ini. Baca ulasan editor kami dulu di sini.

Year of Release : 2015
Director : Glenn Ficara & John Requa
Screenplay : Glenn Ficara & John Requa
Cast : Will Smith, Margot Robbie, Adrian Martinez, Gerald McRaney
Apa yang begitu menyenangkan dari film bergenre 'heist' atau perampokan? Saya pribadi menikmati aksi tipu-tipu tingkat tinggi, menggunakan gadget canggih atau pendalaman karakter psikologis dari orang yang ingin ditipu. Pada akhirnya menipu orang demi mendapatkan keuntungan pribadi mungkin adalah sebuah tindakan kriminal. Yang utama bagi seorang con artist adalah menguasai ilmu dan seni meyakinkan orang lain, lewat gaya berbicara dan gerak-gerik tubuh. Seorang penipu ulung atau con artist tidak ada bedanya sebagai seorang aktor atau marketer.
Aktor dalam banyak hal sama seperti con artist. Mereka harus meleburkan diri ke dalam karakter yang membuat penonton percaya bahwa itu nyata. Dibayar pula. Will Smith adalah jenis aktor yang selalu bisa memainkan karakternya dengan satu nafas yang sama : swagger dan kepercayaan diri level absolut. Pun begitu dengan film terbarunya, Focus. Kalau mau dipikir-pikir, Will Smith belum pernah bermain di film sejenis Focus sebelumnya. Coba kita lihat ini dari sisi lain. Focus bukan tipe film dengan budget fantastis dengan rating PG-13 (Independence Day, Men In Black) action comedy (Bad Boys I & II, Hancock), atau bahkan film dengan studi karakter yang mendalam (Seven Pounds, Pursuit of Happyness).

Nicky Spurgeon (Smith) adalah seorang con artist ulung ketika bertemu dengan Jess (Robbie), con artist amatiran di restoran hotel. Level tipu-tipu diantara keduanya kayak Bon Cabe level 3 rasa teri dan 15. Jess tentu saja terpukau dengan kelihaian Nicky dan berhasil direkrut sebagai anak magang di tim pencopet Nicky. Tim ini bekerja dalam jumlah besar, berkomplot untuk mencopet barang berharga dari para pengunjung pertandingan football besar di New Orleans. Antara mentor dan anak didiknya ini pun saling jatuh cinta, sampai Nicky memutuskan untuk membuang Jess karena khawatir perasaannya akan membuatnya terbunuh. Tiga tahun berlalu, Nicky direkrut Garriga (Santoro), seorang pemllik tim balap kaya yang ingin menyingkirkan lawan-lawannya. Rencananya berubah total ketika mendapati bahwa Jess ternyata adalah kekasih Garriga. Sementara itu, kaki tangan Garriga yaitu Owens (McRaney) selalu membuntuti langkah Nicky.
Ficara - Requa kembali berduet setelah terakhir memukau kita semua lewat "I Love You Phillip Morris" dan "Crazy, Stupid, Love". Focus menjadi sangat menonjol bukan hanya karena FIcara dan Requa berhasil mengupas tuntas modus operandi para con artist, tapi juga menyeimbangkan porsi romansa Nicky dan Jess dengan naskah yang cerdas dengan balutan black comedy yang kental dan aura jazz yang memberikan kesan retro dan stylish. Dan judul filmnya sendiri sangat meta, inilah permainan fokus yang sesungguhnya. Bukan hanya antara Nicky dan Jess, tapi juga bagi kita, para penonton. Apakah kita akan ikut tertipu seperti orang-orang malang yang kehilangan kartu kredit di film ini?

Focus terbagi kedalam dua bagian yang dijabarkan secara jelas : aksi saling tipu menipu dan kisah asmara Nicky dan Jess. Kedua bagian ini melebur dalam satu harmoni. Di satu sisi, Nicky dan Jess jelas saling menggoda dan menipu untuk mendapatkan perhatian satu sama lain. Menyaksikan mereka berdua sama seperti menonton pertandingan catur. Jess berambisi untuk bisa melampaui kemampuan mentornya, sementara Nicky juga tidak henti-hentinya membuat Jess kagum dengan aksi connya yang semakin lama semakin hebat.
Will Smith kembali dengan akting khas yang ia bawa sejak era Prince of Bell Air. Nicky tampil dengan kepercayaan diri berlebihan, namun Smith menambahkan elemen kerapuhan dan sensitifitas yang jarang ada di film-film sebelumnya. Hence, Will Smith bukan tipe aktor yang senang bermain-main di genre romantic comedy. Memang ada Hitch (2005), tapi Focus seolah memberikan dimensi baru ke karir Wil Smith. Margot Robbie udahlah ya, dia bisa memberikan paduan seduktif dan innocent yang bisa membuat oom-oom meringis gemas. Keduanya tampil tajam dan menggoda, seperti Pitt-Jolie di Mr. & Mrs. Smith, minus rentetan peluru dan mobil-mobil yang meledak.
Satu poin menarik lain dari Focus adalah bagaimana usaha Ficara - Requa untuk mempermainkan dan menipu fokus penonton lewat adegan-adegan yang sebenarnya tidak berarti. Misalnya, kita diperlihatkan Nicky yang kalah dalam judi pacuan kuda. Nicky yang menjelaskan kepada Jess bahwa mereka lebih merasa aman lewat aksi pencopetan kecil-kecilan. Lalu rekan Nicky memperingatkannya untuk tidak berjudi di hadapan Jess. Ketika kemudian aksi penipuan Nicky semakin berskala besar, yang gemas dan meremas-remas tangan bukan hanya Jess, tapi kita semua.
Ketika pertama kali menyaksikan trailer Focus, saya mendapatkan kesan bahwa film ini akan menjadi film one stop entertainment. Akan ada action, comedy, dan romance dengan rating R. And this is Will Smith, so you can expect some swaggers on it. Padahal pada kenyataannya, Focus jauh lebih dalam dari itu. Focus memang sangat menghibur dan lucu, but not in the way you've expected. This is so funny, but not in funny-ha-ha way. Dengan tone ala film-film Eropa, Focus tampil dengan akting tajam Will Smith dan Margot Robbie, dan karena saya benar-benar tertipu, saya masih belum bisa memutuskan whether to love it or to hate it.