Angelina Jolie menyutradarai feature film keduanya. Kali ini merupakan drama perang berdasarkan kisah nyata Louie Zamperini. Ditulis naskahnya oleh banyak nama berbakat, tak pelak Unbroken memiliki banyak potensi. Namun, apakah film ini memenuhinya? Baca ulasan kontributor kami.
Sutradara : Angelina Jolie
Penulis Naskah : Joel Coen, Ethan Coen, Richard LaGravenese, William Nicholson dan Laura Hillenbrand (buku)
Pemeran : Jack O'Connell, Dohmnall Gleeson, Miyavi, Jai Courtney, Garrett Hedlund, Luke Treadaway
Sudah bukan berita baru lagi bahwa aktris pemenang Oscar Angelina Jolie mulai mencicip dunia penyutradaraan. Terhitung sudah dua film yang ia sutradarai, yakni dokumenter berjudul A Place in Time dan film bertema perang Bosnia berjudul In the Land of Blood and Honey. Kali ini sang aktris berbibir seksi ini muncul kembali dengan film yang bertajuk Unbroken.
Diangkat dari biografi karya Laura Hillenbrand, film yang berjudul sama dengan bukunya ini menceritakan tentang atlit olimpiade Louis "Louie" Zamperini, yang terkatung-katung selama 47 hari di lautan lepas setelah pesawat pengebom yang ia kendarai jatuh ke laut saat perang dunia ke dua. Sebelum akhirnya ia harus menjadi tahanan perang negara Jepang. Di sana, ia bertemu dengan pimpinan penjara tahanan perang yang kejam bernama Mutsuhiro "Bird" Watanabe.
Film yang naskahnya ditulis oleh Coen Brothers ini memang menceritakan kisah nyata dari seorang Louie Zamperini. Ada kesulitan tersendiri dalam mengangkat kisah nyata ke dalam sebuah film. Salah satunya adalah sang penulis tidak bisa seenaknya mengubah cerita supaya plotnya lebih menggigit. Dan sepertinya hal itulah yang menjadi kelemahan dari film ini. Kurangnya pendalaman serta motivasi para karakternya dalam melaksanakan tindakan yang mereka lakukan di dalam film. Antara lain alasan kebencian Bird kepada Louie yang kurang dieksplor. Serta menghilangnya teman Louie bernama Phil yang ikut terkatung-katung bersama di lautan lepas di tengah-tengah cerita terasa sangat ganjil.
Kekurangan lain dari film ini terletak pada ending yang antiklimaks dan kurang menggigit. Eksekusinya terasa sangat cepat ditambah tidak adanya penjelasan apa yang sebenarnya terjadi. Selain sorak-sorai dari para tahanan perang perihal Jepang yang kalah dalam peperangan. Kesalahan fatal dalam film ini adalah tidak adanya petunjuk waktu kejadian setiap adegan berlangsung. Padahal dengan adanya hal tersebut penonton dapat menebak apa gerangan yang terjadi. Contohnya saja, Louie ditahan dua setengah tahun dalam penjara tersebut. Hanya saja waktu selama tersebut tidak terasa dalam eksekusinya.
Unbroken memakai beberapa flashback untuk menceritakan kejadian ketika Louie menjadi atlit olimpiade. Lagi-lagi kekurangan naskah film ini terasa, karena cerita tentang bagaimana seorang atlit Olimpiade menjadi tentara. Karakter Louie pun menjadi terasa flat karena terlalu one dimensional, dimana Loiue terus saja mendapat siksaan dan terus saja bertahan. Terutama Bird seakan-akan menjadikan Louie Pinata pribadi yang bisa ia pukul kapan saja. Hey, Louie bukanlah Clark Kent. Menjadikannya tak terkalahkan membuatnya kehilangan nilai kemanusiaan dan para manusia yang menonton film ini pun merasa susah untuk berempat kepada Louie. Nama Coen Brothers dalam film ini pun hanya terasa tempelan. Mau tak mau ciri khas penulisan mereka tampak kabur dan penulis pun harus bertanya-tanya, kemana perginya mereka.
Tapi di balik kekurangan-kekurangan tadi, Unbroken asyik untuk diikuti. Gaya directing Angelina Jolie memang masih belum mempunyai ciri khasnya karena filmography yang masih terbilang sedikit. Akan tetapi penceritaannya, terlepas dari faktor kurang menggigit, terasa mengalir dan enak untuk diikuti.
Pujian juga harus disematkan kepada Jack O'Connell dan Miyavi yang berperan sebagai Louie dan Bird. Miyavi sendiri adalah seorang penyanyi asal Jepang dan ini adalah debut internasionalnya. Karakter Bird memang sedikit cartoonish. Akan tetapi ekspresi dan aura menyeramkan dari Bird, Bahkan ketika ia berdiri saja, terasa sangat kental memenuhi layar.
Tapi faktor paling menonjol dari film ini terletak pada sound designnya. Suara tembakan dan keriuhan kala peperangan terjadi terasa sangat real. Belum lagi adegan pembuka yang sangat menggigit dengan perpaduan dari directing seorang Angelina Jolie, dipadu dengan sound design yang ciamik dari komposer Prancis Alexandre Desplat yang telah mendapatkan delapan nominasi Oscar serta sinematografi yang tak terlupakan dari Roger Deakins, seorang maestro sinematografer yang telah mendapatkan dua belas nominasi Oscar.
Hanya ada dua film bertema perang dalam Oscar race tahun ini. Dengan sedikit kekurangan dan segala kelebihannya Unbroken dapat menjadi tontonan yang menarik. Ditambah lagi dengan adanya real photo dari Louie Zamperini yang asli serta videonya yang, setelah melihat perjuangannya dalam film ini, terasa sangat menyentuh hati.




