[REC 4] Apocalypse : DIkejar-kejar Zombie di Tengah Laut

by Joedi Dance

[REC 4] Apocalypse : DIkejar-kejar Zombie di Tengah Laut
EDITOR'S RATING    

Penggemar film zombie dan horror mockumentary pastinya sudah gak asing dengan [REC] franchise. Kisah zombie dari Spanyol ini kembali hadir dengan [REC 4] : Apocalypse di bioskop. Sebelum nonton, baca dulu yuk ulasan editor kami disini!

 

Year of Production : 2014
Director : Jeume Balaguero
Screenplay : Jeume Balaguero dan Manu Diez
Cast : Manuela Velasco, Paco Manzanedo, Ismael Fritschi, Hector Colome


Di tahun 2007, pecinta film dikejutkan dengan hadirnya [REC], film zombie asal Spanyol. Mengusung format mockumentary, [REC] sukses membuat orang menjerit ketakutan dengan kadar kengerian yang cukup intens. Bersamaan dengan Paranormal Activity, [REC] membuat genre horror mockumentary jadi booming, dan tentunya jadi franchise yang potensial. Tak butuh lama untuk kemudian muncul sekuel hingga diadaptasi ke Hollywood dengan judul yang sama. Dan kali ini, kita kembali dibawa ke sebuah petualangan bersama para zombie yang memacu adrenalin.

Setelah para tentaraberhasil menyelamatkan reporter Angela Vidal (Velasco) di [REC 2], ia tiba-tiba terbangun di dalam kapal di tengah laut. Kebingungan dan ketakutan, Angela kemudian bertemu dengan nenek yang selamat di [REC 3] serta Guzman (Manzanedo) dan Lucas (Cabezas), tentara yang menyelamatkannya dulu. Sedikit informasi yang mereka dapatkan dari Dr. Ricarte (Colome), mereka ada disini karena para dokter sedang mencari cara agar bisa melawan virus yang mengubah manusia menjadi zombie. Namun, dalam keadaan serba tidak jelas, Angela masih saja merasa ada hal yang tidak beres. Firasat wanita memang selalu benar, karena tak lama kemudian sekelompok makhluk mencurigakan lepas dan mulai menginfeksi para penghuni kapal. Teror kembali dimulai, dimana mereka dikepung zombie yang ingin memakan mereka, terisolasi di tengah laut tanpa adanya senjata dan bala bantuan.


Balaguero sebagai nahkoda kapal tanpa Paco Plaza yang membuat 2 installment pertamanya, membawa arah yang berbeda dengan [REC 3]. [REC 4] hadir langsung sebagai lanjutan kisah orisinilnya, sekaligus mengembalikan apa yang dirasa kurang dari sekuel sebelumnya. [REC 4] mencoba untuk menghadirkan efek klaustropobhia lewat scene-scene sempit dan gelap di aisle kapal.  Terkurung di tengah laut dengan gerombolan zombie dan persenjataan yang minim adalah satu hal. Tambahkan elemen seperti kapal yang kehabisan bahan bakar dan mati lampu, dan kamu pun mendapati dirimu ketakutan di tengah kegelapan, ngeri membayangkan apa yang akan terjadi jika kamu bergerak sedikit saja. Mau gak mau, saya teringat dengan film Aliens. Memang, in ocean, no one can hear you scream, hehehe.

Dengan cerita yang klise namun efektif, Balaguero berhasil menghubungkan kesemua aspek yang ada di dalam franchise [REC], yaitu elemen mockumentary-nya melalui tokoh baru, yaitu Nick (Fritschi) yang bekerja untuk memperbaiki rekaman yang diambil Angela di gedung apartemen, hingga akhirnya motif dari Dr. Ricarte menjadi jelas. Dengan Klise memang, tapi ketika Balaguero memutuskan untuk melepaskan segerombolan monyet yang terinfeksi dan menyerang di tengah kegelapan, unsur thrilling yang dibangun di awal menjadi menyenangkan untuk ditonton. Seolah tidak mengakui [REC 3], Balaguero juga mengubah unsur zombie yang awalnya lebih 'demonic' dan mistik, menjadi  science fiction seperti kebanyakan film-film zombie lainnya. Di sisi lain, [REC 4] masih memasukkan sene-scene ala dokumenter, walau tidak banyak, sehingga ciri khas yang ditonjolkan terasa kurang nendang.


Velasco sendiri sebagai tokoh utama, di awal digambarkan masih ketakutan dan clueless dengan apa yang sedang terjadi. Walau adegan zombie-nya cukup membuat perut mual, tapi penampilan Velasco tidak membawa pengaruh lebih. Tingkah laku Nick yang clumsy dan lucu serta Guzman yang bisa diandalkan membuat saya nyaris lupa dengan kejadiran Angela. Hingga kemudian di paruh akhir film, Valesco baru menunjukkan taringnya sebagai heroine yang bertahan sampai akhir.

Berkebalikan dari sub judul 'Apocalypse' yang diusungnya, [REC 4] justru hadir sebagai zombie thriller yang rapi dan ketat, namun tidak memiliki ending yang benar-benar final. Balaguero justru membawa franchise ini ke linimasa yang lebih luas, dan [REC 4] hadir sebagai akhir sekaligus awal untuk banyaknya kemungkinan yang bisa dieksplorasi di film-film lainnya. Tapi untuk sekarang, [REC 4] cukup ampuh membuat kita terlonjak ketakutan, dan mungkin jadi tidak terlalu ingin memakan daging buat 3 hari ke depan. Walau, daging monyet goreng dan nasi putih kelihatannya pilihan yang cukup menarik.
 

Artikel Terkait