Skyfall

by Den

Skyfall
EDITOR'S RATING    

Dekonstruksi dari eksistensi seorang 007 yang menarik dan kuat dari segi cerita.

Sutradara: Sam Mendes
Pemain: Daniel Craig, Javier Bardem, Judi Dench, Ralph Fiennes, Naomie Harris, Bérénice Marlohe


Ketika Casino Royale rilis, banyak yang suka dan memuji arahan baru re-boot franchise James Bond ini. Kebanyakan suka dengan ceritanya yang lebih realistis dan Daniel craig yang bengis. Martin Campbell bisa dikatakan sukses membangkitkan kembali agen 007 ke layar lebar. Lalu muncul Quantum of Solace yang bisa dikatakan 'penurunan' dari Royale sebab tidak terasa aura Bond sama sekali maka tugas Sam Mendes untuk menebus kekecewaan atas Solace.


Kali ini Bond mengalami dekonstruksi, baik dari cara kerja maupun eksistensinya. Masihkah seorang agen 007 dibutuhkan dalam dunia yang musuhnya sudah tidak lagi terkotak-kotakan dalam bentuk negara dan etnis? Apakah perlu seorang agen dibekali terlalu banyak alat? Apakah keberadaan operatif lapangan seperti 007 cocok dengan masa kini?

Sam Mendes menelanjangi Bond sampai ke akarnya, bahkan Q (Ben Whishaw) dalam film ini hanya memberikan dua alat; pistol Walther PPK yang modern dan satu alat pencari jejak radio. Tidak ada pulpen laser atau mobil yang bisa menyelam di bawah air. Sebab kali ini seorang Bond diuji kecerdasan dan cara 'lama' nya melawan musuh yang menggunakan teknologi. Ini seolah menjadi perwakilan pola pikir lama dan pola pikir baru.

Tidak seperti kebanyakan film Bond yang tiap 10 menit pindah lokasi negara, 80% kejadian dalam film ini terjadi di tanah Inggris sendiri tapi ini tidak mengurangi tensi yang ada. Kisahnya sendiri mengenai Bond (Daniel Craig) yang dianggap tewas setelah sebuah misi di Istanbul lalu ternyata masih hidup. Kemudian M (Judi Dench) harus menghadapi musuh baru yang mengincar dirinya pribadi, musuh yang menggunakan teknologi canggih dan dipimpin oleh Silva (Javier Bardem). Silva sendiri bukan jenis megalomaniak dengan markas sebesar mall mewah minimalis, tapi seorang musuh yang memiliki dendam pribadi pada M. Maka hubungan M dan Bond diuji sampai tahap yang belum pernah terjadi sebelumnya.


Maka hanya Bond yang bisa menyelesaikan masalah itu, dan ia harus menyelesaikannya tanpa bantuan alat supercanggih, hanya kecerdasan, otot dan senjata. Bermain di ranah karakter dan cerita, Skyfall mampu tampil bagus tanpa harus meledakkan sebuah jembatan besar di Eropa, tapi memunculkan Bond yang amat sangat manusiawi.

Siapa sangka bahwa Bond bisa menurun kemampuan menembaknya? Siapa sangka pula dalam satu adegan Bond bisa meneteskan air mata? Unsur manusiawi dan realistis inilah yang menjadi kekuatan utama film ini di mana James Bond bertransformasi dari sekedar mata-mata relik masa lampau menjadi mata-mata kontemporer. Kalaupun ada kekurangan, karakter Severine yang diperankan Bérénice Marlohe terasa hanya sekedar hiasan saja, tapi hiasan yang cantik dan seksi. Tanpa Marlohe pun film ini akan berhasil, dan ia terasa dimunculkan hanya untuk memenuhi pakem Bond yakni 'harus' ada wanita cantik dan seksi yang menggoda.

Selamat tinggal mobil transparan dalam Die Another Day atau kacamata X-ray, sebab Sam Mendes dan penulis Neal Purvis dan Robert Wade berhasil menghadirkan Bond yang tidak hanya menghibur tapi memiliki kualitas cerita yang menarik dan lebih membumi baik bagi penggemar Bond maupun bukan.
 

Artikel Terkait