Kisah mengenai alien yang datang ke dunia manusia menjadi sebuah tema yang seakan tidak ada habisnya digali. Kali ini, datang dari negeri Jepang dengan judul Parasyte.

Sepanjang sejarah kehidupan manusia, alien disebut-sebut sebagai makhluk yang keberadaannya diyakini, tapi masih sangat misterius. Hal tersebut juga membuat banyak orang beramai-ramai membuat film mengenai makhluk misterius tersebut. Parasyte (Kiseij?) adalah salah satunya. Kepopuleran manga-nya tentu membuat para penggemar manga yang satu ini berharap-harap cemas sebelum mengetahui seperti apa filmnya.
Shinichi berada dalam situasi yang rumit. Di sisi lain, ia tidak ingin pembunuhan yang terjadi terus berlanjut. Tapi, jika ia mengungkapkannya, ia pasti akan dijadikan objek uji coba oleh banyak pihak. Mengetahui dirinya berada dalam keadaan terjepit di antara dua pihak, ia pun berusaha menjalani hidupnya senormal mungkin. Tapi, justru keadaan dirinya dan Migi telah menarik perhatian banyak spesies sejenis Migi dan membuat ia tidak dapat lepas dari kejaran para alien itu.

Film garapan sutradara Takashi Yamazaki ini boleh dibilang cukup berani membuang beberapa bagian penting yang ada dalam manga-nya. Sosok ayah Shinichi dihilangkan sehingga membuat hubungan Shinichi dan ibunya bisa lebih didongkrak dalam cerita. Namun, ini justru menimbulkan masalah lain karena Shinichi hidup sendiri setelahnya. Lalu, siapa yang mengurusnya? Selain itu, Migi juga berubah menjadi busur panah di atap sebuah gedung saat akan membunuh Hideo Shimada (Masahiro Higashide). Parasyte juga menyuguhkan cukup banyak unsur komedi dibandingkan anime-nya. Tapi, sebagaimana sebuah adaptasi, jika tidak dipuji, maka ia akan dikritik habis-habisan. Terlepas dari itu semua, penjualan Parasyte di Jepang pada minggu pertamanya mencapai ¥340 juta atau sekitar Rp35 miliar, mengungguli penjualan Fury di Jepang. Meski dicap sebagai adaptasi yang buruk, film ini ternyata cukup populer.
Parasyte cukup bertaburan nama-nama yang sudah tidak asing lagi dalam industri perfilman dunia, seperti Shota Sometani (Himizu), Ai Hashimoto (Confession, Sadako 3D), Tadanobu Asana (47 Ronin, Lupin III), Eri Fukatsu (Akunin), dan Kazuki Kitamura (The Raid 2). Jika ingin melihat science fiction yang cukup mengerikan, film ini bisa menjadi pilihan. Secara keseluruhan, Parasyte dapat menjadi tontonan yang menghibur, namun juga cukup bikin mual. Tapi, film ini cukup layak untuk ditonton mengingat efek visual yang disajikan sangat apik.
