Diangkat dari serial buku anak laris di Inggris, Paddington Bear kini menjajah dunia.

Satu lagi film anak-anak rilis menjelang detik-detik penghabisan tahun 2014 ini. Setelah November lalu dua film animasi garapan Disney dan DreamWorks Animation rilis dengan jumlah penonton yang fantastis, Desember ini giliran Heyday Films dan StudioCanal yang tidak mau kalah menyajikan kelucuan beruang yang satu ini. Ya, menjelang natal, Paddington menyapa melalui kisahnya yang manis, namun tidak melankolis.
Ini adalah kisah pencarian jati diri seekor beruang kecil yatim piatu yang melakukan perjalanan dari hutan di pedalaman Peru menuju London dengan harapan akan menemukan kehidupan yang lebih baik bersama keluarga baru di sana. Tapi, sayang sekali, London jauh di luar bayangannya. Tidak ada orang yang menyapa sambil menurunkan topinya. Mereka bahkan kelihatan tidak peduli satu sama lain. Semuanya sibuk. Beruang kecil itu hanya berdiri di Stasiun Paddington, menunggu seseorang yang bersedia menampungnya. Sampailah Mrs. Mary Brown (Sally Hawkins) datang menghampirinya dengan penuh rasa iba. Karena ditemukan di Stasiun Paddington, beruang kecil bertopi merah itu pun diberi nama Paddington.
Selanjutnya, Paddington (Ben Whishaw) menjalani hari-harinya bersama keluarga Brown yang bersedia menampungnya untuk sementara waktu. Beruang yang dapat berbahasa Inggris ini bersikeras mengatakan bahwa ia ingin bertemu dengan Si Penjelajah pemilik topi merah pemberian Paman Pastuzo (Michael Gambon) itu. Banyak kekacauan terjadi karena ketidaktahuan Paddington yang masih menyesuaikan diri di “rumah” barunya itu. Namun, masalah terbesar justru terjadi ketika ia berhasil menemukan rumah Si Penjelajah dan yang ditemuinya adalah Millicent (Nicole Kidman), anak Si Penjelajah yang berniat menjadikan beruang langka itu sebagai salah satu koleksi berharganya.

Kisah Paddington Bear diangkat dari buku cerita karangan Michael Bond yang terbit pertama kali pada 1958. Kisahnya sudah diangkat ke dalam serial televisi sejak 1975. Tidak salah jika Paddington Bear cukup melegenda di Inggris sampai-sampai hampir semua rumah di sana memiliki bonekanya. Tentu saja, siapa yang bisa menolak beruang kecil yang cerdas dan banyak akal ini?
Dalam hal ini, Paul King tampaknya berhasil menghadirkan kelucuan dan kepolosan Paddington tanpa perlu banyak menjual adegan slapstick. Beruang pencinta marmalade (selai jeruk) ini tidak hanya berhasil membuat Mr. Henry Brown (Hugh Bonneville) akhirnya luluh, tetapi juga membuat para penonton semakin mencintainya. Terbukti, Paddington berhasil mengalahkan Frozen pada minggu pertamanya dengan mencetak angka penjualan sebesar £5,112,367.

Live-action berdurasi 95 menit ini menyajikan tampilan visual yang sangat cantik dan apik. Beruang hasil animasi CGI ini dapat berinteraksi dengan orang sungguhan tanpa terlihat seperti tokoh kartun yang ditempel. Tidak lupa juga detail kecil yang cukup berarti seperti wallpaper di tangga dan kereta api yang bergerak menuangkan kopi yang menampilkan kisah masa kecil Mr. Gruber (Jim Broadbent) semakin menambah keindahan film ini. Ini memang live-action yang sama sekali tidak mengecewakan.
Untuk mengisi liburan natal Anda, tidak salah jika Anda mengajak serta seluruh keluarga menonton film ini. Bukan hanya karena kelucuan Paddington, melainkan karena ini adalah kisah tentang kehangatan keluarga dan pencarian tempat yang disebut “rumah”. Walaupun berada di tempat yang jauh dari kampung halaman, “rumah” dapat ditemukan di mana saja, selama kita masih memiliki orang-orang yang kita sayangi dan menyayangi kita.
Finally, it’s just a story about a bear called Paddington.
