Tidak selamanya kisah yang sukses di manga dan anime bernasib sama di versi layar lebar live action. Apakah Lupin the Third termasuk di antaranya?

Usaha mengadaptasi manga atau novel ke dalam sebuah film tidak selalu berakhir baik. Paling tidak, itu yang terjadi dalam Lupin III. Adaptasi dari manga dan anime berjudul sama ini ternyata tidak memenuhi harapan para penggemar manga Lupin III karya Monkey Punch. Mungkin, ini karena sejak awal sang sutradara ingin lepas dari anime dan manga-nya dengan membuat versi live action-nya sendiri. Tapi, bagaimana kisahnya?
Film ini dimulai dengan pencarian Ketua The Works, sebuah organisasi berisi pencuri-pencuri ulung. Namun, pada malam perjamuan, The Works kehilangan pemimpinnya. Dawson (Nick Tate), ketua organisasi tersebut tewas dalam sebuah serangan pengkhianatan yang mengejutkan. Michael Lee (Jerry Yan) pergi membawa kalung The Crimson Heart of Cleopatra dan berniat menemukan batu rubinya yang hilang demi kepentingannya. Lupin (Shun Oguri) yang merasa geram dengan tindakan Michael pun bertekad merebut kembali kalung itu. Bersama dengan Daisuke Jigen (Tetsuji Tamayama) dan Fujiko Mine (Meisa Kuroki), Lupin memulai pencariannya. Pada akhirnya, Lupin dan kelompoknya berhasil menemukan bahwa Michael berada di Thailand. Petualangan mereka di Thailand pun dimulai.

Sementara itu, Inspektur Zenigata (Tadanobu Asano) dari ICPO masih bersemangat menangkap Lupin, apa pun yang terjadi. Kurang lebih satu tahun kemudian, penangkapannya berhasil berkat bantuan dari Fujiko. Namun, dengan akal seribunya, Lupin lagi-lagi berhasil kabur. Setelah mendapatkan informasi dengan Inspektur Zenigata, Lupin segera menyusun rencananya merebut kembali The Crimson Heart of Cleopatra. Dengan merekrut Goemon (Go Ayano), lengkaplah sudah tim bentukan Lupin dengan tujuan mencapai satu misi: merebut Crimson Heart of Cleopatra.
Karakter Michael Lee dan Pierre dalam film ini sebenarnya cukup menarik, membuat jajaran tim bentukan Lupin semakin ramai. Sayangnya, hal ini membuat para penggemar kisah asli Lupin III tidak senang. Penambahan kedua tokoh itu dianggap tidak berguna dan malah merusak orisinalitas Lupin III. Memang, akting Jerry Yan tidak bisa dibilang bagus. Ia terkejut seperti orang marah dan sedih seperti orang sakit perut. Tapi, Shun Oguri mampu membawakan karakter Arsene Lupin III dengan baik, walaupun tidak bisa dibilang brilian. Dubbing-nya cukup menggangu karena kadang terlihat jelas bahwa gerakan bibir dan kata yang keluar sama sekali tidak sama. Bingung juga jika melihatnya bersamaan dengan subtitle. Lupin III diselamatkan oleh karakter Goemon yang, walaupun jarang bicara, tingkahnya selalu membuat penonton tertawa terpingkal-pingkal. Untuk ukuran action-comedy, penonton hanya tertawa di adegan yang ada Goemon di dalamnya. Two tumbs up for Go Ayano!

Walaupun mendapat cukup banyak kritikan, Lupin III berhasil menduduki peringkat kedua dalam jajaran Box Office Jepang setelah rilis pada 30 Agsutus 2014. Agaknya kerja keras Ryuhei Kitamura tidak sepenuhnya sia-sia. Aksinya juga cukup memukau di saat-saat terakhir. Sayangnya, lompatan alurnya memang sangat kasar. Bagi yang tidak pernah membaca versi manga-nya atau menonton anime-nya, mungkin hanya akan merasa film ini biasa saja. Tapi, bagi yang sudah sangat mengenal Lupin, mungkin mereka akan kecewa.
Tapi, untuk penggemar Shun Oguri yang ingin melihat dia beraksi lagi, Lupin III layak ditonton. Shun Oguri tidak akan mengecewakan kalian!