The Lego Movie: Balok, Karakter, dan Nostalgia

by dr. kawe

The Lego Movie: Balok, Karakter, dan Nostalgia
EDITOR'S RATING    

balok-balok aneka warna kini hadir dalam bentuk film layar lebar. Nostalgia masa kecil.

Jelata tentu tahu, ingat, bahkan pernah bermain dengan balok-balok aneka bentuk dan aneka warna yang bisa disambung-sambung hingga menjadi berbagai bentuk, seperti roket, pesawat, mobil, kapal, dan masih banyak lagi? Kalau iya, kini saatnya kalian bernostalgia dengan menyaksikan film berjudul The Lego Movie ini. 

Kisahnya sendiri sangat sederhana dan rasanya sudah menjadi tema yang universal di berbagai film kartun di seluruh dunia, yaitu from zero to hero. Inilah yang dialami sang tokoh utama, Emmet. Manusia lego berkulit kuning hanyalah satu dari puluhan ribu pekerja bangunan yang bekerja di bawah perintah President Business dalam membangun berbagai bangunan. Setiap hari, Emmet selalu berusaha mengikuti buku panduan, mulai dari sarapan, menyapa tetangga, bekerja, hingga bagaimana bersikap dengan rekan kerja. Namun ternyata, Emmet hanyalah dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai sosok yang mudah dilupakan. 

Namun, keadaan berbalik ketika ia menemukan sebuah potongan balok berwarna merah yang menempel di punggungnya. Tanpa ia ketahui potongan apakah itu, Emmet dikejar-kejar ke seantero kota. Untunglah di tengah-tengah pengejaran, Emmet diselamatkan oleh sosok gadis lego cantik bernama WyldStyle yang membawanya menemui Vitruvius, seorang peramal tersohor. Konon menurut Vitruvius, Emmet yang biasa-biasa saja ini ternyata adalah Master Builder yang akan menyelamatkan semesta Lego dari kekejaman Lord Business. Benarkah Emmet adalah sosok dalam ramalan tersebut?

Ceritanya mungkin akan terasa ringan bagi orang dewasa. Tapi, siapa yang bisa menolak warna-warni ceria yang ditampilkan sepanjang film? Plus ditambah theme song "Everything is Awesome" yang dinyanyikan oleh Tegan and Sara feat. The Lonely Island yang sanggup membuat kalian berdendang bahkan setelah keluar dari bioskop. Tidak hanya itu, berbagai karakter yang sudah kalian kenal pun ditampilkan Warner Bros. di sini, seperti Batman, Green Lantern, Wonder Woman, Teenage Mutant Ninja Turtles, Superman, Green Lantern, William Shakespeare, Gandalf, Dumbledore, dan masih banyak lagi. Mungkin bagi anak-anak yang menonton tidak akan mengerti dengan kemunculan mereka, tapi bagi orang dewasa semua ini bisa disebut bonus. Berbagai parodi lucu dari benda-benda manusia yang dituangkan ke dalam lego terlihat sangat menarik dan dijamin membuat kita tersenyum atau tertawa. 

Tidak hanya itu, para pengisi suara dalam The Lego Movie juga tidak dapat dipandang enteng karena melibatkan nama-nama terkenal, seperti Elizabeth Banks, Morgan Freeman, Liam Neeson, Channing Tatum, Jonah Hill, Cobie Smulders, Will Ferrel, Chris Pratt, dan masih banyak lagi. Bisakah kalian menebak karakter yang mereka suarakan?

Sayangnya, menjelang paruh akhir, bisa dikatakan film ini menurun keseruannya. Selain alurnya yang mulai terasa kelam untuk anak-anak, kemunculan Will Ferrel pun terasa mengganggu meskipun masih tetap pada konteks cerita. Muncul sebagai apa dia? Kalian harus menyaksikannya sendiri. 

The Lego Movie ini sendiri bisa dikatakan sebagai ajang promosi lego di tengah membombardirnya mainan teknologi, seperti PSP, X-Box, atau game-game online. Kalian yang menyaksikan film ini dijamin pasti terbawa bernostalgia ketika asyik membuat berbagai bangunan dan transportasi dari balok-balok plastik ini. Seru, menghibur, dan nostalgia. Itulah The Lego Movie. 

 

 

Artikel Terkait