Devil's Due : Mockumentary (Gagal) Seram

by Joedi Dance

Devil's Due : Mockumentary (Gagal) Seram
EDITOR'S RATING    

Di awal tahun 2014, bersiap-siaplah dengan terpaan mengerikan dari Devil's Due, namun editor kami menganggapnya sebagai produk horor yang gagal. Mengapa? Baca ulasan kami disini!

 

Format mockumentary makin menjadi pilihan bagi film-film horror berbudget rendah. Sejak Hannibal Holocaust (1980) dan Blair's Witch Project (1999) yang membuat batas antara realita dan fiksi jadi kabur, makin banyak banyak film-film lain, khususnya horor, yang melakukan hal yang sama. Contoh terbaru adalah franchise Paranormal Activity yang baru saja merilis sekuel terbarunya kemarin. Format yang sama digunakan oleh Bettinelli-Olpen dan Gillet dalam membesut film yang naskahnya ditulis oleh Devlin.

Sebagai pasangan yang baru saja menikah, Zach (Gilford) dan Samantha McCall (Miller) sangat berbahagia. Memilih Republik Dominika sebagai lokasi untuk berbulan madu, di hari terakhirnya, pasangan ini diajak oleh seorang supir taxi kelewat ramah untuk berpesta di sebuah lokasi rahasia. Mereka kemudian terbangun dalam keadaan hangover parah dan kembali ke rumah. Sekembalinya, Samantha ternyata positif hamil, dan pasangan McCall bersiap-siap untuk menyambut sang bayi, namun kehamilan Samantha semakin lama semakin aneh dan mencurigakan.

 

Kelahiran bayi yang dianggap sebagai antichrist sudah pernah divisualisasikan secara mengerikan di Rosemary's Baby atau The Omen, melalui set up cerita yang perlahan mulai menegangkan dengan membangun antisipasi penonton dari segi psikologis. Devil's Due memiliki beberapa poin yang sudah ia coba tunjukkan melalui gaya berceritanya yang shaky khas mockumentary, dengan pelan ia menggambarkan kehidupan newlywed yang awalnya bahagia lalu berubah menjadi mimpi buruk.

Namun sayangnya, sisi mengerikan dari langkah pemasaran Devil's Due tidak bisa disampaikan dengan baik di filmnya. Selama durasi 86 menit, Devil's Due sebenarnya memiliki potensi untuk membuat filmnya bergerak ke arah mengerikan atau bahkan disturbing dengan beberapa scene yang cukup menjanjikan. Namun sayangnya, Devil's Due kemudian hanya menjadi sebuah usaha untuk menakut-nakuti penonton tanpa menanamkan ide mengenai kelahiran antichrist yang intriguing.


 

Idealnya, viral marketing ditujukan untuk menyebarkan sebuah ide seperti penyebaran spora di musim hujan. Dalam hal ini, dengan semakin berkembangnya penggunaan internet dalam kehidupan sehari-hari kita, strategi ini sering digunakan. Salah satu contoh yang cukup menarik perhatian baru-baru ini adalah viral marketing dari Devil's Due, sebuah film horor mockumentary yang sempat membuat heboh dengan penampakan bayi menyeramkan di New York beberapa hari sebelum filmnya dirilis.

Sudah jelas bahwa sasaran Devil's Due adalah para pengguna internet aktif, yang sudah dibangun antisipasinya dengan berbagai trailer hingga pranks yang beredar luas kemarin. Sayangnya, dahaga akan rasa takut yang sudah dibangun oleh publisitas Devil's Due ini tidak terpuaskan.

 

Artikel Terkait