Captain Phillips

by Joedi Dance

Captain Phillips
EDITOR'S RATING    

Gaya khas Paul Greengrass berpadu dengan kekuatan akting Tom Hanks dalam sebuah drama thriller tengah laut.

Sutradara : Paul Greengrass
Naskah : Billy Ray
Pemeran : Tom Hanks, Barkhad Ardi, Barkhad Abdirahman

Film dengan embel-embel 'Based on True Story' memang selalu menarik. Kita cenderung untuk penasaran akan bagaimana visualisasi filmnya sendiri, apakah memang berkorelasi dengan kisah aslinya. Di bulan Oktober ini sendiri, sudah ada Rush yang secara teknis nyaris sempurna. Lalu kini ada Captain Phillips, film besutan Paul Greengrass yang sebelumnya sudah dikenal dengan The Bourne's Trilogy. Mengadaptasi kisah dari novel 'A Captain's Duty : Somali Pirates, Navy SEALs, and Dangerous Days at Sea' yang ditulis sendiri oleh Kapten Phillips, Captain Phillips sendiri sudah digadang-gadangkan menjadi salah satu calon nominasi Oscar, terutama untuk akting Tom Hanks sebagai Captain Phillips. Lalu bagaimana dengan filmnya sendiri?

Capt. Phillips (Hanks) menjalani rutinitas hidupnya seperti biasa, berangkat dengan diantar oleh istri tercinta, membicarakan mengenai anak-anak yang beranjak dewasa, dan betapa kerasnya persaingan di dunia nyata. Pekerjaannya sebagai seorang kapten kapal membuatnya dikirim ke pelosok Afrika. Kapal yang dipimpinnya, Maersk Alabama, adalah kapal AS yang bertugas untuk mengirimkan pasokan makanan kepada negara-negara miskin di Afrika. Malang tak dapat disangkal, kapalnya kemudian malah dijadikan sasaran oleh bajak laut Somalia yang dipimpin oleh Muse (Barkhad Abdi). Capt. Phillips berhasil mempertahankan kapalnya, namun sayangnya dia malah dijadikan sandera oleh Muse. Kini, pihak AS harus berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan Capt. Phillips sebelum kapal Muse memasuki perairan Somalia. Berhasilkah Capt. Phillips selamat?

Bagi yang sudah terbiasa menonton film, pasti sudah familiar dengan gaya penyutradaraan Paul Greengrass. Terkenal dengan kesukaannya dalam memvisualisasikan film-film yang berdasarkan kisah nyata dan terutama penggunaan hand-held cameras, menciptakan efek shaky yang mengasyikkan. Jika United 93 adalah kisah pembajakan pesawat dalam kejadian 9/11, maka Captain Phillips berpindah haluan ke laut. Dan gaya shakynya ini justru membawa efek sea-sickness kepada penonton, membuat kita semua terasa terombang-ambing bersama dengan Capt. Phillips di tengah lautan yang begitu luas.

Dan seperti yang sudah saya jelaskan di awal tadi, Tom Hanks memerankan Capt. Phillips dengan sangat brilian. Salah satu aktor terbaik di masa ini, dia seolah terlihat begitu mudah membawakan peran Capt. Phillips yang begitu berwibawa dan tenang dalam menghadapi serangan bajak laut, walau begitu Hanks menambahkan sisi kemanusiaan dalam perannya, membuat Capt. Phillips bukan hanya sebagai seorang pahlawan, namun juga manusia, yang lewat sorot mata dan gerak-geriknya berusaha tampil tenang dan berani namun di dalamnya begitu ketakutan. Luar biasa sekali bisa menyaksikan akting kawakan seperti ini, dan ini merupakan peran terbaik yang dia bawakan, setelah berjaya lewat Cast Away (2000). Kalau boleh saya menambahkan, Capt. Phillips ini bisa jadi merupakan perpaduan dari dua karakter yang juga pernah diperankan oleh Hanks, yaitu Captain Miller dari Saving Private Ryan dan juga Chuck Noland dari Cast Away. Akan sangat menyenangkan melihat nama beliau masuk ke dalam jajaran Best Actor di Oscar tahun depan. Early predict? That's okay, because he deserve this.

Kemudian ada Barkhad Ardi yang berperan sebagai Muse, lawan tangguh bagi Captain Phillips, bajak laut Somalia yang begitu dikuasai keinginan untuk membajak dan merampok. Dan Ardi berhasil memerankan Muse bukan hanya sebagai tokoh antagonis yang serakah ataupun egois, namun dengan juga berhasil memasukkan unsur kemanusiaan ke dalamnya, memberikan perspektif dari orang Somalia yang memang tidak melihat adanya jalan lain untuk hidup selain menjadi bajak laut. Membuat kita tidak hanya harus memberikan pandangan mana yang baik dan mana yang jahat, atau mana yang hitam dan mana yang putih. Disini, semuanya hanya masalah mengenai bagaimana caranya bertahan hidup, dan menarik sekali melihat pertempuran dari keinginan masing-masing tokoh untuk bertahan hidup!

Sayangnya dari segi alur cerita sendiri, Greengrass dan penulis naskah Billy Ray sedikit kedodoran. Awalnya Greengrass sudah memberikan tensi ketegangan yang cukup tinggi ketika antara kapal dan perahu bajak laut saling berlomba, juga bagaimana tegangnya proses pembajakan di atas kapal hingga sampai Capt. Phillips dijadikan sandera. Greengrass seolah kehilangan tempo, predictable, sekaligus bertele-tele. Dengan signature stylenya yang membuat mabuk laut ini, malah bisa jadi membuat penonton malah kebosanan dan... ya, mabuk laut.

Dramatisasi kisah nyata bukanlah hal baru dalam adaptasi film. Demi menambah pengalaman menonton, filmmaker mau tidak mau sedikit memodifikasi kisah yang terjadi dengan ide-ide dari sang penulis naskah dan sutradara sendiri demi adanya efek dramatis dalam kisah tersebut. Film Captain Phillips pun tidak luput dari hal tersebut dan memicu kontroversi. Menurut beberapa awak kapal Maersk Alabama, kisah film Captain Phillips jauh dari kenyataan yang terjadi. Menjadikan Captain Phillips sebagai tokoh pahlawan di dalam film tersebut pun dirasa hal yang berlebihan. Yang menjadi pertanyaan, apakah hal ini dilakukan Billy Ray dan Greengrass, atau apakah memang sumber adaptasi kisha ini yang sudah melencengkan fakta? Kita tidak tahu, karena toh, sejarah merupakan dua sisi mata uang, dan seringkali ditentukan oleh ‘pemenang’.

Terlepas dari kontroversi tersebut, Captain Phillips adalah sebuah film yang patut ditonton. Akting Hanks di film ini sangat luar biasa dan bisa jadi merupakan penampilan terbaiknya dalam beberapa tahun terakhir. Greengrass sendiri, walau sempat kedodoran dalam menyajikan kisah dan juga dengan gaya visualnya yang khas, pada akhirnya mampu menjadikan Captain Phillips menjadi sebuah tontonan yang cukup mengaduk emosi walau sebetulnya ia bisa menjadikan Captain Phillips tontonan yang lebih memikat dan efektif jika saja ia tidak terlalu bertele-tele.

Artikel Terkait