Pembatasan
Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan pemerintah membuat pusat-pusat
perbelanjaan dan bioskop ditutup sementara. Film-film Indonesia dan asing yang
sedianya tayang dari bulan Maret hingga Mei kemarin pun terpaksa mengalami
penundaan. Berbagai pihak pun mencari cara agar masyarakat tetap dapat menonton
film meski dengan kondisi PSBB ini. Salah satunya adalah melalui drive in cinema yang berusaha memudahkan
masyarakat yang haus akan hiburan menonton film di layar besar tanpa harus turun
dari mobil.
Namun,
usaha ini tetap harus mengikuti aturan, yaitu dengan meminta izin kepada production house dan produser dari
film-film yang diputar. Beberapa film box
office Indonesia diketahui diputar tanpa izin dalam acara Meikarta Drive In
Cinema yang diadakan mulai 1-30 Juni 2020, di antaranya Susah Sinyal, Dilan, Si Doel The Movie, dan Gundala. Hal ini tentu saja membuat geram Chand Parwez selaku
produser Starvision yang memproduksi film Susah
Sinyal.
”Saya baru mendapat kabar ini,
dan tidak meyangka perusahaan sebesar itu melakukan tindakan yang tidak
terpuji. Di saat perfilman Indonesia sedang terpuruk, mereka bukannya membantu,
tapi justru melakukan hal tidak terpuji. Harus ada tindakan tegas dari
pemerintah agar tidak ada lagi yang melakukan hal ini,” ucap Parwez. “Kami
sudah punya bukti berupa rekaman video dan mereka juga mengiklankan film-film
yang akan tayang, di antaranya ada Susah
Sinyal. Kami akan melakukan teguran, somasi, dan kalau tidak ditanggapi,
kami akan menempuh jalur hukum,” jelasnya. “Sebenaranya, Drive Thru atau Drive
In Cinema adalah hal yang cukup baik dalam kondisi seperti ini. Namun, semua
harus dilakukan dengan prosedur yang benar. Kami sangat kooperatif dan membuka
kerja sama dengan siapa pun asalkan semua mengikuti prosedur.”