
Halfworlds musim ke-2 sudah berjalan tiga episode dan bisa dibilang menyajikan kisah yang lebih kaya dengan perpindahan lokasi yang kini mengambil tempat di Thailand. Selain kemunculan aktor dan aktris baru, Reza Rahadian dan Arifin Putra kembali mengulang peran mereka sebagai Tony dan Barata. Keduanya punya misi yang berbeda, tapi terpaksa terseret dalam perebutan sebuah benda pusaka bernama Keris of Amorana. Layar-Tancep berhasil mendapat kesempatan berbincang dengan Arifin dan Reza mengenai Halfworlds musim ke-2 ini. Simak wawancara kami.
ARIFIN PUTRA (AS BARATA)

Apa yang menurut Arifin paling beda dari musim 2 ini?
Kalau di musim pertama, tiap-tiap tokoh dimotivasi oleh ketakutan. Mereka takut orang-orang yang mereka sayang kena bahaya, mereka takut celaka. Kalau di musim 2 ini, semua didorong oleh harapan. Misalnya Barata, dia punya harapan bisa menemukan tempat yang baik dan aman untuk orang-orang yang dia pedulikan.
Di musim 1, Barata memiliki The Gift. Apakah kemampuan ini akan muncul kembali di musim 2?
Secara langsung atau tidak langsung, The Gift bisa jadi akan muncul karena ini adalah bagian penting dari musim 1. Untuk musim 2 ini sendiri, yang menjadi fokus utamanya adalah Keris of Amorana yang diperebutkan banyak pihak. Barata sebenarnya tidak tertarik, tapi dia terseret ke dalam perebutan ini.
Untuk musim 2 ini, apakah pertarungan antardemit masih ditonjolkan atau lebih mengarah ke drama?
Kalau dilihat dari skenario, aksinya lebih banyak dan lebih seru lagi. Penata laganya pun berbeda karena berasal dari Thailand. Bisa dibilang adegan aksi saya di sini lebih rumit karena di beberapa adegan Barata diharuskan menghadapi banyak orang.
REZA RAHADIAN (TONY)

Apa yang membedakan Halfworlds season 1 dengan season 2 menurut Reza? Dan perbedaan Tony di season 1 dan season 2?
Dari segi cerita, apa yang sudah menjadi dasar pada season 1 tetap dipertahankan. Tapi, dari pengamatan saya, production design untuk season 2 ini jauh lebih baik. Kualitasnya benar-benar luar biasa. Tony di season 1 lebih flamboyan, lebih bossy, sementara Tony di season 2 lebih emosional karena kehilangan Ross dan lebih ambisius demi mendapatkan jawaban apa yang dicarinya.
Dari segi kostum, sepertinya kostum yang dikenakan Tony mengalami perubahan. Bisa ceritakan?
Kostum ini sengaja disiapkan oleh sang sutradara karena dalam musim 2 ini, Tony menjadi orang yang dibayar untuk bos yang lebih berkuasa sehingga itu tercermin dari kostumnya. Tadinya Tony yang berkuasa, kini dia menjadi orang yang tunduk di bawah orang lain demi hal yang dikejarnya. Dari jaket bulu, dia sekarang bergaya ala street fighter.
Bagaimana kesan Reza syuting dengan Jeeja Yanin (Chocolate)?
Senang sekali bisa beradu akting dengan Jeeja karena kemampuannya di dunia martial arts. Dia mengerti safety saat beradegan fighting. Kami banyak mengobrol menjelang pengambilan gambar untuk membahas mengenai teknis dan melakukan rehearsal.