
Jakarta, 28 April 2016 - Garin Nugroho, sutradara ternama Indonesia, menerima lencana tanda jasa Chevalier dans l’ordre des Arts et Lettres dari Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Ibu Corrine Breuzé, di kediaman duta besar di Jakarta, 26 April 2016. Tanda Kehormatan Seni dan Sastra dari Kementrian Kebudayaan dan Komunikasi Republik Prancis ini diberikan kepada tokoh-tokoh Indonesia yang berperan dalam memperkuat hubungan dan mendorong lahirnya berbakai kerja sama antara Prancis dan Indonesia.
“Penghargaan dari Kementrian Kebudayaan Republik Prancis adalah sebuah pengakuan atas karir cemerlang Garin Nugroho di bidang budaya dan kontribusi besarnya dalam pengembangan industri sinema di Indonesia, yang sangat diapresiasi di Prancis,” ungkap Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Ibu Corrine Breuzé. Dua karya Garin, yaitu Daun di Atas Bantal (1998) dan Serambi (2006)masuk nominasi Un Certain Regard di Festival Film Cannes. Lulusan Institut Kesenian Jakarta ini membuat film-film dokumenter dan film-film pendek di sepanjang masa kuliahnya, membuat namanya disegani di dunia sinematografi Indonesia.
Garin Nugroho menyebutkan bahwa lencana yang ia terima ini adalah penghargaan terbaik selama 35 tahun perjalanannya di dunia sinema. Garin memulai karirnya pada tahun 1991 sebagai sutradara di film Cinta Dalam Sepotong Roti. Film ini menganugrahinya enam Piala Citra, salah satunya untuk kategori film terbaik.
