Tradisi Suku Mon Diangkat dalam Ghost Ship

by dr. kawe


Tradisi Suku Mon Diangkat dalam Ghost Ship

Seakan tidak pernah habis dalam menyajikan kisah horor yang memikat, Thailand kembali lagi menghantui penonton Indonesia melalui film berjudul Ghost Ship yang akan dirilis pada 6 April 2016 mendatang di CGV blitz. Dari judulnya saja, tentu sudah bisa ditebak latar kisahnya, yaitu di sebuah kapal penangkap ikan. Tapi hati-hati, Jelata mungkin bisa tertipu dengan judulnya yang mengingatkan pada sebuah film Hollywood berjudul sama. Tapi, keduanya jelas berbeda.

Tiga orang pelaut, Kala, Solui, dan Yorla, mendapat pekerjaan di sebuah kapal penangkap ikan milik seorang Kapten yang memiliki dua anak, yaitu Nick dan Nhong. Ketiga pemuda ini kaget saat mengetahui bahwa di sebuah kotak di salah satu ruangan terdapat mayat Mia, istri mafia Tao sekaligus selingkuhan Nick. Bermaksud untuk membuang mayat tersebut ke laut agar tidak terjadi kesialan karena adanya perempuan di atas kapal, Kala, Solui, dan Yorla terkejut saat mengetahui mayat si gadis telah hilang. Sejak itu, berbagai teror menyeramkan pun bermunculan. Mereka juga mulai bertanya-tanya, siapakah yang sebenarnya membunuh Mia?

Di Thailand sendiri, film ini telah dirilis pada November 2015, namun baru memasuki layar lebar Indonesia pada April mendatang. Sutradaranya adalah  Phontharis Chotkijsadarsopon yang sudah kerap dikenal berhasil meraih berbagai penghargaan sebagai art director. Agar lebih menunjang keseraman film ini, digunakanlah tradisi lokal suku Mon yang erat kaitannya dengan makhluk halus. Untuk itu, seorang ahli tradisi Mon dipanggil dan menjadi supervisor selama syuting berlangsung untuk memastikan keakuratan adat-istiadat yang digunakan. Selain itu, film yang melakukan syuting di atas perahu nelayan asli ini juga mengangkat mitos bahwa keberadaan perempuan di atas kapal akan membawa kesialan bagi seluruh kru.

Ghost Ship akan beredar di CGV blitz mulai 6 April 2016.

Artikel Terkait