
Sempat vakum selama empat tahun sejak 2011, akhirnya Festival Sinema Australia-Indonesia kembali hadir. Bertempat di Plaza Senayan, festival ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai 29-31 Januari 2016 dengan menghadirkan sederet film terbaik dari Indonesia maupun Australia sendiri. Masing-masing hari akan menghadirkan tema yang berbeda tentu, seperti misalnya Jumat adalah “Friday Fright Night” karena film yang ditampilkan menegangkan bahkan menakutkan, seperti Killers dari Mo Brothers serta Siksa Kubur (Grave Torture) dari Joko Anwar. Tidak lupa pula terdapat workshop “5 Rules on Horror Film Making” bersama dengan Bang Joko yang berhasil meraih penghargaan sebagai Sutradara Terbaik ajang FFI 2015 kemarin.
Di hari kedua atau Sabtu, tema yang diusung adalah “Saturday’s Secret” di mana film-film yang ditampilkan memiliki unsur misteri. Jangan bayangkan misteri di sini sebagai kisah-kisah detektif, tetapi misteri dalam kehidupan yang menggugah pertanyaan bagi setiap orang. Film yang diputar adalah The Mirror Never Lies yang diikuti dengan tanya-jawab bersama sang sutradara langsung, Kamila Andini, dilanjutkan dengan The Dressmaker. Hari terakhir atau Minggu menjadi waktu yang cocok untuk mengajak keluarga menyaksikan Festival Sinema Australia-Indonesia karena dua film yang diputar adalah film dengan tema yang ringan, yaitu Paper Planes dan Oddball. Ada juga lomba menerbangkan pesawat kertas berisi keinginan-keinginan kita dan siapa yang menerbangkan paling jauh akan mendapat hadiah.
Luangkan waktu kalian, Jelata, untuk menyaksikan film-film Australia dan Indonesia terbaik hanya di Festival Sinema Australia-Indonesia 29-31 Januari 2016.
