
Siapa yang tidak mengenal nama Wes Craven? Di perfilman dunia, ia adalah salah satu maestro horor terkemuka. Beberapa filmnya menjadi franchise, sebut saja Nightmare on Elm Street atau Scream. Ditambah beberapa film slasher-nya telah di-remake, seperti The Last House on the Left hingga The Hills Have Eyes. Kini, sang punggawa horor itu telah berpulang di usia 76 tahun akibat kanker otak yang ia derita.
Pria bernama asli Wesley Earl Craven ini lahir di Cleveland, Ohio, pada 2 Agustus 1939 dan merupakan anak dari pasangan penganut Kristen yang taat. Namun, itu semua tentu saja tidak membuat keinginannya terjun ke dunia film hilang. Pekerjaan pertamanya yang bersinggungan dengan dunia layar lebar adalah sebagai editor suara di perusahaan pascaproduksi di New York. Yang mungkin tidak banyak orang tahu adalah Craven sempat terjun sebagai sutradara film porno sebelum akhirnya menyutradarai film pertamanya The Last House on the Left.
Namun, hasil karyanya yang membuat ia kondang adalah Nightmare on Elm Street yang mengisahkan sesosok pembunuh dengan muka rusak dan jari-jemari runcing serta mengejar para korbannya di alam mimpi. Sosok Freddy Krueger ini begitu terkenal sehingga dibuatkan filmnya berkali-kali bahkan dipertemukan dengan karakter ikonik lain, yaitu Jason Voorhees. Di tahun 1996, lagi-lagi Craven membuat terobosan dalam genre film horor remaja. Kali ini, ia mengangkat tema pembunuh berantai dengan jubah hitam dan topeng serta menghabisi para remaja. Kesuksesan Scream sukses mengangkat nama Neve Campbell dan hingga kini telah mencapai film keempat.
Akan tetapi, Craven rupanya juga sempat mencoba genre yang berbeda dari genre yang telah membesarkan namanya. Genre tersebut adalah musikal melalui Music of the Heart yang dibintangi Meryl Streep dan drama komedi romantis melalui salah satu segmen di film omnibus Paris, je t'aime. Hingga kini, karya-karya Craven tetap dikenang sebagai salah satu pionir dalam dunia horor dan ia takkan pernah dilupakan oleh generasi 1980-1990an.