Berita mengenai kontroversi Fifty Shades of Grey memang tidak ada habisnya. Setelah pemilihan pemain dan trailer yang cukup "panas", kini para Jelata di Tanah Air harus rela tidak dapat menyaksikan kisah kasih Anna Steele dan Christian Grey karena tidak akan tayang. Hal ini dikonfirmasi oleh akun socmed United International Pictures Indonesia.
Keputusan ini sebetulnya bukan sesuatu yang mengejutkan. Dalam format novel, Fifty Shades of Grey dianggap sebagai salah satu novel populer dengan muatan erotis paling vulgar yang ada saat ini. Banyak pihak yang bertanya-tanya, sejauh mana sutradara Sam Taylor-Johnson akan memasukkan bagian-bagian erotis tersebut ke dalam filmnya. Taylor-Johnson sendiri dalam sebuah wawancara dengan Variety menyatakan, dirinya dan E.L. James sering beradu pendapat mengenai seberapa banyak muatan erotis yang harus masuk ke dalam filmnya. Jika Taylor-Johnson berpikir sudah cukup, maka sebaliknya, James merasa apa yang dimasukkan ke dalam naskahnya masih kurang dan menginginkan lebih banyak lagi. Taylor-Johnson sendiri akhirnya memutuskan memotong beberapa bagian dalam filmnya, karena semula MPAA memberikan rating NC-17, sebuah rating 'mati' bagi banyak filmmaker. Hasil edit Taylor-Johnson akhirnya memberikan film ini rating R.
Selain di Indonesia, film ini juga tidak akan tayang di negara tetangga Malaysia. Malaysian Film Censorship Board telah menolak memberikan rating untuk film ini, yang berarti menghilangkan kesempatan bagi Fifty Shades of Grey untuk tayang di negeri jiran tersebut. Dalam pernyataannya, ketua Malaysian Film Censorship Board, Abdul Halim Abdul Jamid berujar, bahwa film ini "lebih merupakan sebuah pornografi daripada sekedar sebuah film".
Jika kalian berpikir bahwa kontroversi hanya terjadi di negeri-negeri timur, pikir lagi. Di Inggris, negeri asal Jamie Dornan pemeran Christian Grey, satu jaringan bioskop menolak memasang poster film tersebut setelah banyaknya protes dari konsumen, karena dianggap terlalu vulgar untuk dilihat khalayak banyak. Sementara British Bord of Film Classification (BBFC) memberikan rating 18, yang berarti, orang dengan usia di bawah 18 tahun tidak diijinkan menyaksikan film tersebut.
Bagaimana dengan di Amerika Serikat sendiri? Di negeri Paman Sam tersebut, muncul gerakan #50dollarsnot50shades. Dalam kampanyenya, gerakan tersebut mengutuk Hollywood karena mencoba mengeruk uang dari sebuah film yang menampilkan penyiksaan terhadap wanita. Kampanye ini juga mengarahkan orang-orang untuk menggunakan uang yang sekiranya akan digunakan untuk membeli tiket kepada lembaga amal yang berfokus pada pencegahan kekerasan dalam rumah tangga.
Kejadian gagalnya sebuah film masuk ke jaringan bioskop Indonesia memang bukan terjadi baru kali ini. Yang baru-baru ini sempat membuat kesal tentunya adalah Gone Girl milik David Fincher yang keberadaannya sudah ditunggu-tunggu karena disebut-sebut sebagai mahakarya sang sineas selanjutnya pasca The Girl With The Dragon Tattoo.
Jadi, Jelata kecewa atau malah bergembira film ini tidak jadi tayang?
