Noah, film terbaru sutradara Darren Aronofsky, dipastikan tidak akan tayang di Indonesia. Hal ini diputuskan setelah empat anggota Lembaga Sensor Film Indonesia menyaksikan film tersebut pekan lalu. Dalam pernyataannya, LSF menganggap bahwa Noah dianggap tidak sesuai dengan ajaran Al-Qur'an dan bisa menyesatkan masyarakat. Selain alasan tersebut, LSF menambahkan bahwa Pemilu akan diselenggarakan dalam waktu dekat, begitu juga bulan Ramadhan akan datang pada akhir Juni nanti. LSF ingin mencegah terjadinya kondisi yang tidak kondusif jika film Noah ditayangkan menjelang event-event penting tersebut.
Sebelumnya, di banyak negeri Muslim di Jazirah Arab, Noah sudah dilarang untuk tayang. Alasan utama pelarangan ini adalah depiksi seorang Nabi yang dilarang dalam ajaran agama Islam. Universitas Al-Azhar di Kairo sampai membuat pernyataan bahwa mereka keberatan atas film ini karena melanggar ajaran Islam dengan menampilkan wajah seorang nabi, dan ini bisa memprovokasi banyak pihak yang mempercayai ajaran ini (baca: Umat islam).
Sesungguhnya Noah tidak hanya menjadi sasaran keberatan umat Muslim saja. Di Amerika Serikat, penganut Kristen konservatif pun keberatan dengan muatan film ini dan bagaimana mereka mengisahkan kisah Noah. Mereka menganggap bahwa kisah yang Aronofsky sampaikan sudah melenceng dari Injil yang mereka percayai. Hal ini juga yang disampaikan oleh Direktur konten media National Media Center, Uni Emirat Arab, Juma Al-Leem yang mengatakan bahwa banyak adegan yang kontradiktif dengan ajaran Al-Qur'an dan juga Injil, walau sesungguhnya Al-Qur'an dan Injil juga memiliki perbedaan terkait kisah Noah atau Nabi Nuh.
Menanggapi pernyataan umat Kristen Amerika Serikat, Paramount akhirnya merilis pernyataan bahwa film ini merupakan sebuah karya seni yang mengambil inspirasi dari kisah Nabi Nuh. Pernyataan Paramount ini disesalkan oleh Aronofsky, yang sebelumnya sempat berseteru dengan Paramount terkait muatan filmnya yang berbeda tersebut. Aronofsky menanggap bahwa Paramount tidak perlu mengeluarkan pernyataan seperti itu, dan biarlah penonton yang menilainya sendiri.
Noah, merupakan passion project Aronofsky yang sudah lama ingin dia angkat ke layar lebar. Jika terdapat perbedaan, bahkan dengan Injil yang ada sekarang, itu tidaklah mengherankan; karena Aronofsky mengambil kisah Noah dari Book of Genesis, atau dikenal juga sebagai Injil Perjanjian Lama. Selain mengambil kisah Noah dari Book of Genesis, Aronofsky juga memasukkan elemen fantasi ke dalam filmnya, salah satu hal yang juga menjadi poin keberatan banyak pihak. Semula, Noah akan tayang di Indonesia pada 28 Maret 2014 nanti. Namun, dengan kepastian bahwa film ini tidak lulus sensor, maka sudah dapat diketahui, bahwa kita tidak akan melihatnya di layar lebar atau rilisan home video dari distributor lokal. Dan dengan sikap dan keputusan LSF ini, kita mungkin dapat memastikan bahwa satu film lainnya tidak akan tayang di Indonesia atau negara Muslim lain. Film itu adalah Exodus arahan Ridley Scott. Film yang dijadwalkan tayang pada Desember 2014 ini merupakan kisah Nabi Musa dan perlawanannya terhadap tirani Firaun. Christian Bale berperan sebagai Nabi Musa di film tersebut.
Noah Tidak Lulus Sensor LSF, Dipastikan Tidak Tayang di Indonesia
by abn on 24 Maret 2014
