
Walau diringi oleh kekacauan saat produksi (termasuk pertengkaran antara Brad Pitt dan Marc Forster), World War Z ternyata menjelma menjadi sebuah film yang bagus. Mayoritas kritikus menyukainya, dan pendapatan dari seluruh dunia pun tidak mengecewakan: USD 540 juta, dan film inipun menjadi film Brad Pitt dengan opening gross tertinggi. Tampaknya, keinginan Brad Pitt untuk membintangi sebuah film franchise akan terwujud melihat pencapaian World War Z. Hal ini pun diamini Paramount, yang dengan segera memberikan lampu hijau bagi sequelnya. Namun tampaknya, pengalaman yang didapati Marc Forster saat produksi film pertama tidak ingin dialaminya lagi, sehingga ia menolak untuk terlibat dalam film sequel ini. Paramount pun bergerak mencari sutradara baru, dan kini mereka resmi mendapatkannya.
Adalah Juan Antonio Bayona, sutradara film The Impossible, yang akan menggantikan kedudukan Forster. Sutradara berusia 38 tahun asal Barcelona Spanyol ini, beberapa waktu lalu masih menjadi calon dalam daftar nama sutradara yang dipegang Paramount. Namun setelah bertemu dengan Brad Pitt, Bayona akhirnya mendapatkan pekerjaan itu. Belum ada penulis naskah untuk sequel ini. Namun salah satu tugas Bayona adalah mengawasi dan memberikan masukan atas penulisan naskah tersebut dan persiapan pra-produksi secara keseluruhan.
World War Z memang memberikan konklusi di akhir filmnya. Namun sesungguhnya ending asli film ini (yang juga menjadi objek masalah Pitt, Forster, dan Paramount) memiliki ending yang terbuka, dan lebih berpotensi sebagai pembuka sebuah sequel. Ending World War Z versi awal menunjukkan karakter Pitt melawan pasukan zombie di Rusia, sementara istrinya disekap oleh pemimpin militer yang diperankan Matthew Fox. Semula, ending ini akan mengarah pada sebuah sequel yang berfokus pada usaha karakter Pitt untuk menyelamatkan keluarganya. Namun dengan perubahan ending yang dilakukan seperti yang disaksikan di bioskop, akan sangat menarik bagaimana Paramount dan Bayona akan menentukan arah sequel World War Z ini.
.jpg)