Kompetisi film pendek di Indonesia rasanya sudah tidak terhitung jumlahnya. Hampir di setiap gelaran bertema film, disisipkan kompetisi untuk membuat film pendek yang durasinya berkisar antara 5-15 menit. Tentu saja, kondisi ini cukup membanggakan dan disambut dengan hangat oleh para sineas muda pemula yang memang butuh wadah untuk menunjukkan kreativitas mereka. Namun, bagaimana dengan para pembuat film dokumenter? Di manakah mereka bisa mempertontonkan karya mereka layaknya film-film pendek dengan genre fiksi dan animasi? Jawabannya tidak lain dan tidak bukan adalah Erasmusindocs.
Ternyata, Erasmusindocs tahun 2013 ini merupakan kali ketiga kompetisi yang mempertandingkan berbagai film dokumenter dari seluruh Indonesia ini diadakan. Gelaran ini dimulai melalui workshop yang diadakan di lima kota besar, yaitu Medan, Yogyakarta, Denpasar, Ambon, dan Jayapura yang mengangkat tema cara membuat film dokumenter dan bagaimana mencari dananya. Para peserta yang telah mengikuti workshop tersebut nantinya dipersilakan mengirimkan karya-karya mereka untuk kemudian diseleksi oleh para dewan juri. Setelah melalui penilaian yang cukup alot, akhirnya didapat 28 finalis dengan menyajikan berbagai tema dokumenter yang beragam. Selain itu, adapula pemutaran film yang dilakukan secara berkeliling dari kampus ke kampus di Jakarta.
Press conference untuk mengumumkan ke-28 finalis ini sendiri diadakan di Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Huis pada 30 Oktober 2013. Turut hadir dalam acara tersebut Patar Simatupang selaku Direktur Festival, Ton van Zeeland selaku Direktur Erasmus Huis, dan Hafiz Rancajale sebagai perwakilan dari dewan juri. Dalam kesempatan ini, Hafiz mengungkapkan bahwa dirinya senang dengan adanya Erasmusindocs ini. "Saya senang dengan adanya kompetisi ini karena jarang sekali sebuah festival di Indonesia secara spesifik mengangkat tema dokumenter." Hafiz juga mengungkapkan bahwa ia banyak belajar dari para pembuat dokumenter Belanda yang memberikan sudut pandang baru bahwa sebuah film dokumenter bukan hanya untuk konsumsi televisi tapi juga bisa disaksikan di layar lebar. "Perkembangan dokumenter di Indonesia dalam 10 tahun terakhir bisa dikatakan cukup pesat. Saya tidak sabar ingin menyaksikan bagaimana para peserta menerapkan kreatif dokumenter untuk menyajikan film yang tidak hanya dimengerti oleh penikmat dokumenter, tapi juga penonton awam."
Bapak Ton van Zeeland sebagai Direktur Erasmus Huis mengungkapkan bahwa Kedutaan Belanda mendukung penuh acara ini. "Kedutaan Belanda mendukung penyelenggaraan Erasmusindocs karena sudah menjadi tradisi bahwa Belanda kerap menyajikan dokumenter-dokumenter terbaik dunia." Beliau sendiri melihat Indonesia juga memiliki peranan terhadap perkembangan dokumenter. "Sebagai negara demokrasi, Indonesia tentu memiliki dokumenter-dokumenter yang penting dan tidak hanya menarik, tapi juga kritis." Dari keseluruhan rangkaian, Ton sendiri mengungkapkan bahwa ia mengangkat diskusi dan pemutaran adalah hal yang penting karena di sini orang dapat belajar.
Berikut adalah judul-judul 28 finalis yang dibagi ke dalam tiga kategori.
Kategori Umum:
1. Honey, I'm Home
2. Omasido Sekola
3. Kubu Terakhir
4. Konjak Julio
5. Menolak Menyerah
6. Salah Gaul
7. Kidung Perempuan Bawah Tanah
8. Orang Gila Juga Manusia
9. Piagam Warga
Kategori Kampus:
1. The Man Comes Around
2. Cerita Kami
3. Aku Ingin Berhijab
4. Jampi Gugat
5. Another Colour TV
6. Membunuh Borobudur
7. Kaus Kupang
8. Si Pitung
9. Odong-odong
Kategori Pelajar:
1. waktu Bike
2. Plasticman
3. Ksatria Sembrani
4. Sepetak Tanah
5. Teladam Totum Pro Parte
6. Dhewek Be Islam
7. Besok Syuting, Hari Ini Kakek Meninggal
8. Bully
9. Secarik kisah Panyatan
Kesemua judul tersebut dapat disaksikan mulai 12-14 November 2013 dalam Erasmusindocs. Selain dokumenter lokal, akan ada pula dokumenter-dokumenter luar yang patut disaksikan, seperti Trashed yang dibawakan oleh Jeremy Irons, Being Elmo: A Puppetter's Journey yang mengisahkan perjalanan sosok Kevin Clash dalam menyuarakan si boneka lucu Elmo, Chasing Ice, dokumenter yang menyorot band legendaris The Doors dalam The Doors: When You're Strange yang dinarasikan oleh Johnny Depp, Into the Abyss karya Werner Herzog, dan masih banyak lagi.

Jelata tertarik menyaksikan semuanya? Silakan buka www.erasmusindocs.com untuk mengetahui jadwal lengkapnya. Selamat menyaksikan.
