9 Summers 10 Autumns: Dari Malang Melanglang ke New York

by dr. kawe


Baru memasuki bulan keempat agaknya kita patut berbangga hati, Jelata. Soalnya, film-film nasional yang tayang perlahan tapi pasti mulai menunjukkan kualitasnya. Dan, salah satunya siap tayang pada 25 April mendatang: 9 Summers 10 Autumns.

Diangkat dari buku laris karangan Iwan Setyawan, film ini berkisah mengenai mimpi seorang anak laki-laki yang bisa membawanya dari kaki gunung di Batu, Malang, hingga New york. Di kaki Gunung Panderman, Batu, di rumah berukuran 6 x 7 meter, seorang anak laki-laki bermimpi. Kelak, ia akan membangun kamar di rumah mungilnya. Hidup bersama kedua orangtua dan empat saudara perempuan dengan segala sesuatu yang terbatas membuatnya bahkan tak memiliki kamar sendiri.

Bapak Hasyim (Alex Komang) adalah sopir angkot yang tak tahu tanggal lahirnya, sementara Ibuk Ngatinah (Dewi Irawan) tidak tamat Sekolah Dasar. Iwan (Ihsan Tarore) tumbuh besar bersama empat saudara perempuannya, yakni Mbak Isa (Agni Pratistha), Mbak Inan (Dira Sugandi), Mira (Swasti Nusantari), dan Rini (Ida Ayu Dewi). Mereka tumbuh dalam lima detak jantung, satu hati. Suatu hari, Iwan diharuskan merantau. Hidup merantau bukanlah hal yang mudah bagi Iwan yang tidak pernah hidup jauh dari keluarga. Namun, perjuangan Bapak dan Ibuk selalu menjadi “cambuk” baginya untuk tetap berjuang. Dukungan dan pengorbanan dari keempat saudarinya agar Iwan bisa kuliah pun membekas di benaknya. Pada akhirnya, Iwan berhasil menyelesaikan pendidikannya di jurusan Statistika Institut Pertanian Bogor dengan predikat Cum Laude dan menjadi lulusan terbaik FMIPA IPB.

Meniti karir di salah satu perusahaan multinasional di Jakarta akhirnya membawa Iwan menjadi direktur di New York, kota gemerlap yang menjadi salah satu pusat dunia, kota yang tidak pernah tidur.Selama 10 tahun di New York, Iwan berjuang untuk menghidupi keluarganya, sekaligus mengejar impiannya. Pada akhirnya, pendidikanlah yang kemudian membentangkan jalan keluar dari penderitaan. Cinta keluargalah yang akhirnya menyelamatkan semuanya.Inilah sebuah kisah tentang menembus batas ketakutan demi keluarga dan demi cinta.

Kisah yang menginspirasi ini sendiri disutradarai oleh Ifa Isfansyah. Yap, siapa yang tidak kenal nama ini? Keberhasilannya mengadaptasi novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari menganugerahinya piala Festival Film Indonesia 2011 sebagai Film Terbaik dan juga Sutradara Terbaik. Film-film yang ditanganinya sendiri selain kuat dari segi artistik juga akting sehingga agaknya kita bisa mengharapkan sesuatu yang lebih dari adaptasi novel best seller ini. Apalagi, dijanjikan bahwa kisah yang diangkat akan memiliki beberapa bagian yang berbeda dari bukunya. Untuk soundtrack-nya sendiri, dua nama penyanyi yang tentunya sudah tidak asing lagi di telinga Jelata, yaitu Dira Sugandi dan Ihsan Tarore siap berkumandang merdu.

Jadi Jelata, jangan lewatkan 9 Summers 10 Autumns di bioskop-bioskop Indonesia mulai 25 April 2013. Sambil menunggu, intip dulu trailer salah satu film yang cukup dinantikan di 2013 ini.

Artikel Terkait