Tiga Dara (1956) yang menampilkan Chitra Dewi, Mieke Wijaya, dan Indriati Iskak sebagai tiga bersaudara yang kehidupan cintanya penuh lika-liku berhasil memukau banyak kalangan. Tidak heran, film ini laris, baik saat masa perilisannya dulu hingga sekarang yang ditayangkan ulang setelah direstorasi.
Berdasarkan kisah kakak-beradik itulah, sutradara wanita kenamaan, Nia Dinata, membuat Ini Kisah Tiga Dara yang terinspirasi dari Tiga Dara. Sama halnya dengan film orisinalnya, perempuan yang akrab disapa Teh Nia ini juga membuat versi remake-nya dalam bentuk musikal dengan menghadirkan berbagai lagu yang dinyanyikan oleh para pemeran utamanya, seperti Shanty Paredes, Tara Basro, Tatiana Akman, Reuben Elishama, hingga Titiek Puspa. Skenario sendiri dikerjakan Teh Nia dengan Lucky Kuswandi yang juga sedang disibukkan dengan proyek remake Galih dan Ratna. Lagu-lagu sepanjang film dikerjakan oleh Bembi Gusti dan Aghi Narottama dengan lirik yang disumbang langsung oleh Teh Nia.
“Bisa menulis, memproduseri, hingga menyutradarai film musikal ini seperti mimpi karena saya suka sekali genre ini. Saya merasa tertantang karena film musikal Indonesia jarang dibuat, apalagi film musikal yang karakternya punya sifat tangguh, mandiri, dan pintar,” ungkap Nia.
Kisahnya sendiri akan berfokus pada Gendis, Ella, dan Bebe. Kakak-beradik ini mengikuti Ayah dan Oma mereka pindah ke Flores untuk mengurus hotel keluarga. Gendis adalah anak tertua yang menyukai urusan kuliner, Ella yang supel dan ramah menjadi bagian public relation dan marketing hotel, sementara Bebe yang cerdas dan blak-blakan menjadi pengajar bahasa Inggris untuk anak-anak. Di sela-sela kehidupan mereka di Flores, Oma berusaha mencarikan jodoh bagi cucu-cucunya. Namun tentu saja, niat Oma ini menemu banyak hambatan dan penuh lika-liku.
Ini Kisah Tiga Dara mulai 1 September 2016.