Film bukan hanya sebagai sarana hiburan, tetapi bisa mengedukasi orang, bahkan menyebarkan niat baik. Atas dasar inilah Wulan Guritno, Amanda Soekasah, dan Janna Soekasah-Joesoef selaku tim produser melalui rumah produksi Alkimia Production membuat I Am Hope, sebuah karya anak bangsa yang diharapkan mampu menggugah banyak pihak terhadap isu penyakit kanker.
Bertempat di Ciputra Artpreneur Theatre, Kuningan, Jakarta, pada Senin, 20 September 2015 I Am Hope melakukan media gathering dan perilisan teaser poster kedua mereka yang kali ini menampilkan huruf ‘O’. Menurut Janna Soekasah, tiap sebulan sekali mereka akan merilis satu teaser poster hingga membentuk keseluruhan kata ‘HOPE’. Lalu, dari mana ide mengenai film ini berasal? Rupanya, semuanya berasal dari sebuah gelang, yaitu Bracelet of Hope alias Gelang Harapan. Gelang Harapan merupakan gelang yang dibuat oleh Janna dan Amanda dari sisa-sisa kain jumputan milik ibu mereka, Ghea Panggabean, yang kemudian dijalin hingga membentuk sebuah gelang dengan tambahan gantungan lempengan mungil bertuliskan ‘hope’. Gelang ini sendiri dijual dan seluruh keuntungannya digunakan untuk membantu para penderita kanker melalui berbagai yayasan kanker.

Tidak hanya ingin berhenti sampai di situ, Wulan Guritno yang tertarik kemudian memutuskan mengangkat film yang mengisahkan tentang harapan bagi para penderita kanker. “Inti film ini adalah berusaha menaikkan penjualan gelang agar semakin dapat membantu para penderita kanker,” ungkapnya. Wujud bantuan tersebut berupa Room of Hope yang terdapat di Departemen Radiotetapi RSCM. “Ruangan ini nantinya aku harapkan dapat menjadi ruang untuk membantu tidak hanya para penderita, tetapi juga keluarganya,” ucap Wulan menjelaskan. “Maunya sih tidak hanya berhenti di Room of Hope, tetapi inginnya kami membuat House of Hope atau Rumah Singgah. Rumah ini bisa menjadi semacam bantuan untuk mereka para penderita kanker yang harus menjalani perawatan di Jakarta, namun tidak memiliki kemampuan finansial untuk kehidupan sehari-hari, yang tidak ditanggung BPJS.”
I Am Hope yang diharapkan dapat rilis pada Februari 2016, bertepatan dengan Hari Kanker Sedunia ini, berkisah tentang dinamika perjuangan seorang gadis muda bernama Mia (Tatjana Saphira) yang divonis mengidap kanker. Cerita kemudian bergulir ke romansa dan nostalgia Mia ketika sang Ibu juga divonis kanker dan bagaimana pergulatan batin menyeruak kembali sehingga menjadikan Mia terhantui kemungkinan buruk, salah satunya adalah kandasnya impian gadis muda ini untuk membuat pagelaran teater. Perjuangan Mia untungnya tidak dilalui sendirian karena ada Maia (Alessandra Usman) yang menjadi semacam penyangga semangat dan inspirasi Mia untuk melalui tantangan demi tantangan menghadapi penyakit kanker dan memperjuangkan mimpinya berkarya.
Selain menghadirkan Tatjana dan Alessandra sebagai ujung tombaknya, I Am Hope juga didukung deretan aktor dan aktris yang sudah malang-melintang di peta perfilman lokal, seperti Tio Pakusadewo, Fachry Albar, Feby Febiola, Fauzi Baadilah, Kenes Andari, Ariyo Wahab, Ray Sahetapy, dan Ine Febriyanti. Film ini sendiri disutradarai oleh Adilla Dimitri dan didukung oleh peraih piala Citra, Yudi Datau selaku Director of Photography.
