Jelata mungkin sudah mengenal sosok badut sejak kecil. Mulai dari pesta ulang tahun, pertunjukan sirkus, hingga pasar malam kerap menampilkan sosok yang biasanya berbentuk pria berperut buncit dengan baju warna-warni, hidung merah, riasan bedak tebal, dan lipstik merah yang membentuk senyuman super lebar. Badut sendiri dimaksudkan sebagai penghibur anak-anak dengan tingkah lakunya yang lucu dan kerap mengundang tawa. Namun, bagaimana seandainya badut yang kita temui tidaklah seramah itu dan memiliki potensi mengerikan di balik senyumnya? Rumah produksi DT Film dengan produser Daniel Topan dan Haresh Kemlani menyajikan kisah mengenai badut pembunuh dalam film terbaru mereka Badoet. Disutradarai oleh Awi Suryadi, film yang rencana rilis sekitar bulan Agustus atau September 2015 ini mengusung beberapa nama yang sudah tidak asing lagi di dunia perfilman Indonesia. Mereka adalah ?Daniel Topan, Marcel Chandrawinata, Ratu Felisha, Christoffer Nelwan, Aurelie Moeremans, Tiara Westlake, dan Ronny Tjandra.
Kisahnya sendiri mengambil latar sebuah rumah susun. Suatu hari, entah dari mana datangnya, muncul badut yang berkeliling dari blok ke blok untuk menghibur anak-anak yang tinggal di sana. Namun, teror mulai bermunculan ketika tiga anak kecil ditemukan tewas secara tragis. Sekelompok anak muda yang kebetulan tinggal di rusun itupun memutuskan menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi dan siapa badut ini sebenarnya. Seiring dengan memuncaknya kengerian, anak-anak muda itu tersadar: kekuatan yang mereka hadapi datang dari kegelapan terdalam—dan kesempatan untuk menghindari tawa pembawa mautnya mungkin sudah mereka lewati.
