
Siapa yang sudah menyaksikan Killers di layar lebar? Untuk yang belum ngeh film apakah itu Killers, ini adalah film Mo Brothers setelah Rumah Dara. Spesialnya adalah film ini bekerja sama dengan rumah produksi asal Jepang, Nikkatsu, dan menampilkan para pemain asli Jepang yang sudah punya nama di Negara Matahari Terbit tersebut, seperti Kazuki Kitamura dan Rin Takanashi. Beberapa Jelata yang beruntung sendiri mendapat kesempatan untuk menyaksikan Killers terlebih dahulu pada acara nobar yang diadakan pada tanggal 2 Februari 2014 sebelum rilis secara luas pada 6 Februari 2014. Lalu, apa saja pendapat mereka?

Pratama Faizal (@Pratama_Faizal)
Awal cerita ternyata film ini dibagi 2 scene, yaitu di Indonesia (pemeran : Oka Antara sebagai Bayu) dan di Jepang (pemeran : Kazuki Kitamura sebagai Nomura), 2 cerita berbeda di 2 setting tempat berbeda, membuat antusias dan berhasil membuat penasaran scene apa yang akan terjadi selanjutnya. Tetapi semakin menuju ke pertengahan film, alur cerita yang terkesan lambat dan setting 2 tempat yang semakin tidak jelas satu sama lain membuat semakin bosan untuk menonton film ini. Saya pun sempet berfikir bahwa film ini akan bersambung mengingat sudah 2 jam nonton tapi masih belum menemukan ending yang jelas.
Scene ending, sangat tidak jelas menurut saya, 2 tokoh utama, 2 cerita disepanjang film yang akhirnya dipertemukan untuk mengakhiri pencarian jati diri Bayu, namun dibikin singkat (mungkin karena faktor durasi film) yang jadinya malah ga dapet klimaks nya. Overall, agak kecewa dengan film ini, tapi awal cukup baik untuk menanti Film Indonesia lainnya yang juga tayang di Sundance Film Festival, yep. The Raid 2 : “Berandal”, patut ditunggu.
Overall sebenarnya film ini bagus :D sangat mengedepankan sisi pertarungan psikologis.. so sesuai kata Timo.. emang genre film ini sangat cocok disebut "Phsysological Thriller" wehehehe. Salah satu Sisi yang kurang membuatku puas di film ini karena pengaruh sensor.. jadi sebagian besar klimaks saat pembunuhannya jadi agak garing T___T
Tapi, film ini masih bisa menyelipkan humor yg bisa membuat perasaan rileks di tengah menonton :). Akting kazuki dan oka patut diacungi jempol 4 (pinjem kaki klo perlu wekekeke). Kazuki bener2 bisa membuat akting pembunuh sadis.. tapi juga bisa menjadi lelaki pemalu di depan hisae :D kak Oka juga keren.. berbagai macam emosi dikeluarkan oleh Bayu :). Scoring nya okeh banget :D. Special effect make up nya mantab! paling suka sama darah di bagian putih mata ^^V

Thanks sebelumnya buat Layar Tancep untuk 2 tiket nobar KILLERS nyaa.
Dari awal jujur penasaran banget sama filmnya, pas begitu nonton ternyata BAGUS, KEREN BANGET, apalagi dengan aktor dan aktris dari 2 negara, Indonesia dan Jepang. yang aktingnya udah gak bisa diragukan lagi, bagus banget . pembunuh yang mendokumentasikan pembunuhannya dan mengunggahnya ke dunia maya itu GILAAAAAAAAAA .............. Darah dan lainya seperti kenyataan.
KAZUKI KITAMURA dan OKA ANTARA akting LO ...... SAKIT JIWAAAAAAAAAA ......
SUKSES buat KILLERS !!!

Hanna G. (@hannamasha)
jadi begini, film killers itu cukup keren filmnya... tapi menurut saya agak sedikit 'amatiran'. Hal ini ditunjukkan pada saat Bayu (Oka Antara) ingin membunuh politikus yang diperankan Ray Sahetapi di hotel tetapi yg ada malah anaknya. Di lorong kamar hotel, si Bayu tidak memakai topengnya dan jalannya pun mengendap-endap, mencurigakan dan bisa terlihat di CCTV pun. Bayu memakai topeng saat di depan pintu malahan, telat menurut saya. Sebenarnya bayu bisa dilacak dgn menggunakan cctv logikanya. trus yang paling saya inget itu Ingus sama ilernya bayu. mungkin hal tersebut ada baiknya dan ada enggaknya. baiknya, film itu terasa real dan negatifnya, itu jorok! jika ingin ditampilkan, yaa jangan terlalu sering lah, karena keingetan .. hhaha
overall, killers itu mengejutkan iya, mengaggetkan juga iya. tapi masih kurang menurut saya. sekian.

Risti Dana Fauziah (@Risristidf)
Filmnya keren! alurnya ga bikin orang pusing tp bikin penasaran klimaks. Pembantaiannya masih bisa pegang rasa kemanusiaan & UUD indonesia jd ga terlalu parah2 bgt hehehe.... ohya 1 kata lagi nih GUE JATUH CINTA SAMA KAZUKI :*

Serra Pungkas (@serrapungkas)
Unfortunately I was a bit disappointed. I prepared myself for super brutal gory disgusting thriller like the Sundance audience had reviewed, but it turned out it was not anything like that. It was waaaay too slow. God, I thought I had been there for four days. What I thought would be a heart-pumping experience turned out made me want to sleep in the studio instead.
Some scenes were too sinetron-ish, especially when Luna Maya was involved. But the rest of the casts were totally amazing. Especially Kazuki Kitamura and Oka Antara. Kitamura successfully brought the thrill we felt when we watched Shareefa Daanish in Rumah Dara while Oka nailed it as a troubled and confused man.
BUT, it was not that bad. I clinched my teeth on several scenes and the audience surely had a pretty good laugh but not cheap laugh. The conversation was enjoyable, and sometimes a bit humorous. The plot itself actually was fresh, not just serial killings without motive. Overall, I really hope this is the start of a new era for Indonesian movies. And thanks to Layar Tancep for the opportunity :)